Dua Kado di HUT ke-726 Surabaya

Bung Tomo Sang Proklamator dan Cak Durasim Sang Pahlawan

Sabtu, 12 Mei 2018 00:04:34
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Bung Tomo Sang Proklamator dan Cak Durasim Sang Pahlawan

Surabaya (beritajatim.com) - Perkumpulan kesenian Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara mempersembahkan dua karya di hari jadi Kota Surabaya yang ke 726 tahun, Minggu (14/5/2018) di Gedung Kesenian THR. Hal itu juga untuk tetap menggairahkan kesenaian ludruk.

Meimura, sang sutradara Ludruk mengatakan, dalam pagelaran ini akan ada dua cerita yang ditampilkan. Yakni, Bung Tomo Sang Proklamator dan Cak Durasim, dengan masing-masing durasi pertunjungan 90 menit dan 120 menit.

Diceritakan, Bung Tomo Sang Proklamator merupakan perwujudan cerita sehari-hari. "Akhir-akhir ini wacana keseharian kita adalah korupsi, ISIS hingga ancaman perpecahan kebangsaan. Maka hal ini yang akan kami visualkan kepada penonton dengan gambaran tokoh Bung Tomo," kata Meimura.

"Para seniman Ludruk ini akan mencoba merekontrumai kembali spirit Bung Tomo menyampaiman kepada generasi pemilik masa depan bangsa dengan kemasan lebih modern," tambahnya, Jumat (11/5/2018), saat berlatih di gedung THR Surabaya.

Sementara untuk, Cak Durasim Sang Pahlawan menceritakan bagaimana Nippon menyebarkan propaganda. Selain itu juga perjuangan Cak Durasim melawan penjajahan Jepang dengan parikan atau kidungan.

"Rencanya akan ada dua pertunjukan ludruk yang akan disuguhkan, Minggu pagi dan malam. Para penonton bisa menyaksikan secara gratis pertunjukan ini. Namun penonton boleh memberikan donasi jika berkenan," pungkasnya. [way/suf]

Tag : ludruk

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup