Gerakan Nasional Membaca Buku di Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI

Sabtu, 05 Mei 2018 16:50:19
Reporter : M. Ismail
Gerakan Nasional Membaca Buku di Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kabupaten Sidoarjo kembali memecahkan rekor MURI dengan menggelar kegiatan Gerakan Nasional Membaca Buku dengan 10.000 anak dan 10.000 orang tua di hunian Kahuripan Nirwana Village Sidoarjo, Sabtu (5/5/2018).

Kegiatan yang bertema 'Penguatan Budaya Literasi adalah Kunci Mewujudkan Negeri ini' dihadiri oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful llah, Dirjen PAUD dan Dikmas,  Perwakilan dari Rekor MURI Indonesia,  Wakil Bupati Sidoarjo beserta isteri, Forkopimda Sidoarjo, OPD se-Kabupaten Sidoarjo dan lainnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 10.000 anak dan 10.000 orang tua, ditambah dengan 2.000 guru pendamping dan ditambah juga lebih kurang 1.000 undangan jadi total keseluruhan yang mengikuti kegiatan ini 23.000orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asrofi mengatakan, peran keluarga sangat diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena dapat mendorong budaya literasi terhadap keluarga dan anak. 

"Kegiatan ini tu juga bertujuan untuk membiasakan orang tua untuk membacakan buku terhadap anak dan mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua," katanya.

Pencipta lagu Gernas Baku dan Mars PAUD juga hadir turut memeriahkan kegiatan Gernas Baku di Sidoarjo, yakni Kak Sinung. Dimana Lagu Gernas Baku dinyanyikan oleh Bupati dan Ibu Bupati Sidoarjo, sedangkan untuk lagu Mars PAUD dinyanyikan oleh Wakil Bupati Beserta Ibu Wakil Bupati Sidoarjo.

Pada saat ini data yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo untuk lembaga PAUD dan TK tercatat1.662 lembaga, dengan jumlah gurunya sekitar 6.800 orang lebih, dan jumlah peserta didik  52.000 anak.

Masih menurut Asrofi,  bahwa kegiatan Gernas Baku yang dilaksanakan pada saat ini, juga dilaksanakan di Kota Makassar dan dipantau langsung oleh Kemendikbud RI. "Ini baru pertama kali dilaksanakan di Sidoarjo dengan peserta terbesar, sehingga masuk rekor MURI,” jelas Asrofi.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.HUM,menyatakan bahwa di bulan Mei yang merupakan bulan pendidikan, Kab. Sidoarjo telah menentukan sikap memilih kegiatan nyata melakukan Gerakan Nasional orang tua membacakan buku untuk anak. 

Kegiatan ini merupakan implementasi refleksi untuk mereruskan prinsip Ki Hajar Dewantara yang tersirat pada tujuan pendidikan, dan untuk membiasakan anak senang membaca harus diawali dari orang tua. Dengan gemar membaca akan meningkatkan kemampuan anak untuk mengoptimalisasi kemampuan berkomunikasi dan berbahasa sejak dini dengan baik.

"Dengan gemar membaca, anak-anak akan mampu memanfaatkan waktunya dengan baik dan mampu meminimalisir pemanfaatan gadget pada anak-anak," terang pria yang akrap disapa Abah Ipul itu.

Sementara dari Manager MURI, Ariani Siregar, menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo telah mencatatkan 21 kegiatannya terspektakuler di MURI Indonesia, dimulai sejak tahun 2004 dengan membuat selendang Bordir terpanjang.

"Dan pada saat ini MURI datang lagi ke Kabupaten Sidoarjo dengan mencatatkan kegiatan Gernas Baku dengan peserta terbanyak lebih dari 20.000 peserta yang merupakan urutan rekor MURI ke 8451," terang Ariani.

Ada 3 penghargaan yang diberikan oleh MURI pada Kab. Sidoarjo. Yakni kepada Bupati Sidoarjo pemrakarsa pembacaan buku, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, selaku penyelenggara dan Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Sri Sutarsi atas rekor penyelenggaraan pembacaan buku oleh pasangan orang tua dan anak terbanyak. (isa/ted)

Tag : sidoarjo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup