Batik Motif Rusa Bawean Berisi Pesan Moral tentang Satwa Asli Gresik yang Terancam Punah

Selasa, 10 April 2018 18:17:45
Reporter : Deni Ali Setiono
Batik Motif Rusa Bawean Berisi Pesan Moral tentang Satwa Asli Gresik yang Terancam Punah

Gresik (beritajatim.com) - Menjelang pesta olahraga Asian Games 2018, batik bermotif rusa asal Pulau Bawean, malah mendatangkan berkah bagi perajin batik tulis asal Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik.

Batik dengan gambar rusa yang dipakai untuk logo pesta olahraga negara Asia tersebut laris manis dan diburu banyak pembeli.

Salah satu perajin batik, Muhammad Ilham (62) asal Desa Cerme Lor menuturkan, batik dengan motif Rusa Bawean yang menjadi produk andalannya. Kini banyak diminati dan diburu warga untuk dibuat seragam dinas maupun busana resepsi pernikahan.

"Saya tidak mengira jika batik dengan motif Rusa Bawean mendadak diborong warga Gresik maupun dari kota lain," ujarnya, Selasa (10/04/2018).

Menurut Ilham, yang menggeluti batik lebih dari 20 tahun, batik Rusa Bawean berisi pesan moral keberadaan satwa asli Gresik yang terancam punah populasinya. Sehingga, perlu upaya serius untuk melestarikannya.

"Tingginya permintaan batik Rusa Bawean membuat roda usahanya semakin bergairah. Bahkan, sejumlah pelajar dan ibu rumah tangga turut bergabung menekuni usaha batik," pungkasnya.

Sejumlah penggemar batik menyebutkan menggemari batik pamiluto yang merupakan batik asli Gresik. Di dalam goresan batik tersebut berisi beragam kekayaan alam Gresik, dan menjadi simbol identitas pemakainya.
 
"Batik dengan logo Rusa Bawean harganya terjangkau. Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per potongnya," papar Natasha selaku penggemar batik. [dny/but]

Tag : batik

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup