Pilkada Pamekasan, Akademisi:

Seragam Paslon Efektif Promosikan Batik Pamekasan

Selasa, 13 Maret 2018 15:46:03
Reporter : Samsul Arifin
Seragam Paslon Efektif Promosikan Batik Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) - Seragam batik yang dikenakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekadan dinilai sangat efektif mempromosikan produksi batik tulis, khususnya produk atau hasil kerajinan masyarakat di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Sebab dengan mengenakan seragam batik, seorang publik figur dinilai bisa memberikan pengaruh tersendiri bagi masyarakat. Khususnya para pecinta batik, sekaligus sebagai upaya promosi batik yang mereka kenakan meskipun tanpa embel-embel promosi.

"Dengan seragam batik yang digunakan pasangan calon, hal itu menunjukkan bahwa ada keinginan serius dari mereka untuk proaktif membantu masyarakat memasarkan batik. Apalagi saat ini bersamaan dengan pelaksanaan pilkada, hal ini jelas bakal menjadi momentum tepat untuk promosi," kata salah satu akademisi Pamekasan Matnin, Selasa (13/3/2018).

Promosi batik tulis lokal juga menjadi komitmen para paslon yang akan bersaing pada momentum pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten yang akan digelar serentak Rabu (27/6/2018) mendatang. Baik paslon Berbaur (Badrut Tamam dan Raja'e) maupun paslon Kholifah (Kholilurrahman dan Fathor Rohman).

Terlebih kedua paslon juga mengenakan seragam batik di berbagai kesempatan, tentunya hal itu akan memiliki dampak tersendiri terhadap terhadap perkembangan sektor ekonomi masyarakat secara tidak langsung. "Dengan seregam batik yang mereka pakai, para tim pendukung maupun simpatisan akan melakukan hal serupa. Itu jelas bakal memberikan dampak sigbifikan, khususnya para pengrajin hingga pengusaha batik di Pamekasan," ungkapnya.

Ia menilai setidaknya terdapat tiga poin penting dalam pemasaran ekonomi ditunjau dari teori pemasaran ekonomi Islam, meliputi pasar spiritual, emosional dan rasional. Dimana ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam marketing system.

"Pasar spiritual merupakan pasar yang mempertimbanhkan halal haram, sedangkan pasar emosional menjadi bagian dari seting sosial dimana tokoh dan figur menjadi pertimbangan calon konsumen mengkonsumsi produk, sementara pasar rasional didasarkan pada rasio dengan mempertimbangkan produk yang dijual," jelasnya.

Dalam momentum pilkada serentak, kedua paslon memang sama-sama komitmen untuk kembali menghidupkan batik yang sempat 'mati suri' dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi kedua paslon juga mengenakan seragam batik sebagai salah satu upaya mempromosikan batik, khususnya batik lokal khas Pamekasan.

Hanya saja hingga saat ini, tercatat hanya paslon Berbaur yang komitmen mengenakan seragam batik khas Pamekasan. Seragam batik yang dikenakan paslon Berbaur merupakan karya masyarakat Toket dan Klampar, Kecamatan Proppo.

"Mengacu pada teori tersebut, maka langkah promosi seperti yang dilakukan paslon Berbaur merupakan langkah nyata dalam mendorong ekonomi para pengrajin dan pengusaha batik melalui seragam batik khas Pamekasan yang dikenakan. Dalam artian ada aksi totalitas yang ditunjukkan melalui loyalitas," jelasnya.

Sementara paslon Kholifah menunjukkan komitmennya untuk mempromosikan batik, salah satunya dengan berinteraksi secara langsung bersama masyarakat dan pengusaha batik dalam kegiatan blusukan ke kompleks Pasar Tradisional 17 Agustus di Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, beberapa waktu lalu. [pin/but]

Tag : fashion

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup