Forum Literasi Jumatan (2)

Memperbincangkan Kota dan Ekonomi Sastra

Jum'at, 09 Maret 2018 08:25:51
Reporter : Ribut Wijoto
Memperbincangkan Kota dan Ekonomi Sastra

Surabaya (beritajatim.com) - Kota adalah elemen penting bagi dinamika manusia. Saat ini, kota bukan hanya sekadar wilayah hunian manusia. Kota merupakan lokus manusia mengembangkan dirinya.

Pandangan positif tentang kota itu diungkapkan oleh Indra Tjahyadi ketika ditanyai tentang tema yang bakal dia usung saat menjadi narasumber tunggal Forum Literasi Jumatan, Bengkel Muda Surabaya (BMS), edisi 2, hari Jumat (9/3/2018) siang nanti, pukul 14.00 - 16.00, di Ruang Tourism Education Center, Balai Pemuda Surabaya..

Menurutnya, mengembangkan diri berarti berinteraksi secara akrab dengan lingkungan. "Di kota manusia melakukan kreasi dan rekreasi atas diri dan semesta yang melingkupinya. Oleh karena itu, kota menjadi elemen penting bagi kehidupan manusia saat ini," ujar penyair yang sekaligus dosen filsafat ini, Jumat (9/3/2018) pagi tadi.

Bagi Indra, sebagai elemen penting bagi dinamika kehidupan dan peradaban manusia, kota harus mampu, tidak saja, menjadi penopang kehidupan manusia. "Namun, kota harus menjadi 'mesin stimulan' yang membuat peradaban dan kehidupab manusia menjadi lebih baik. Oleh karena itu, sarana dan prasarana yang dibutuhkan manusia untuk mengembangkan dan mempertahankan keberadaannya perlu tersedia di kota," papar penggemar kelompok musik death metal 'Carcass' ini.

Pria yang selalu tampil dandys ini yakin bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah sastra. Sastra menyediakan suplemen bagi kebutuhan akan keindahan dan ketakjuban manusia.

"Selain itu, sastra juga menjadi asupan penting bagi kebutuhan manusia di bidang ekspresi, komunikasi, bahkan identifikasi diri. Oleh karena itu, eksistensi sastra di dalam kehidupan manusia pun harus diperhatikan," kata penyandang julukan 'raja penyair gelap' ini dengan suara lirih sembari matanya menerawang jauh.

Agar kebutuhan manusia dapat tercukupi, ujarnya, maka kota juga harus menyediakan sarana yang dapat menopang dan mendorong dinamika ekonomi sastra. "Kota harus menjadi lokus yang nyaman bagi sistem produksi dan konsumsi sastra," kali ini suaranya lebih ditekankan dan tampak bibirnya seperti bergetar.

Indra yakin seyakin-yakinnya, bahwa tanpa pemahaman tersebut, niscaya kehidupan dan peradaban tidak akan menjadi lebih baik. "Maka, jika kita ingin kehidupan dan peradaban manusia di Surabaya mengalami dinamika, kita juga harus mulai berpikir untuk menjadikan Surabaya sebagai lokus penting bagi terciptanya kondisi ekonomi sastra dinamis," tandas pria yang tidak pernah setia dengan satu merk rokok ini. [but]

Tag : seni

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup