Ada 'Tempe Mongkleng' di Banyuwangi, Seperti Apa?

Kamis, 08 Februari 2018 21:25:21
Reporter : Rindi Suwito
Ada 'Tempe Mongkleng' di Banyuwangi, Seperti Apa?

Banyuwangi (beritajatim.com) – Penasaran dengan 'tempe mongkleng' di Banyuwangi? Seperti apa bentuk dan rasanya?

Di sini, makanan tradisional asli Indonesia ini tampil beda. Melalui tangan ahli warga Kelurahan Pengantigan, tempe terbuat dari kacang kedelai ini nampak tak seperti biasanya.

Pasalnya, tempe buatan warga ini memiliki bentuk dan ukuran yang super jumbo. Ukuran tempe ini memiliki panjang lima meter dan lebar 15 cm. Sehingga disebut tempe mongkleng atau dalam arti lain besar dan memanjang.

Tempe mongkleng akan hadir dalam gelaran salah satu agenda festival di Banyuwangi. Yakni, festival tahu tempe.

Festival ini akan digelar di sepanjang Jalan Kali Elo, Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi. Festival bakal menyajikan beragam camilan dan olahan dari keledai. Festival ini akan dimulai pada Jumat (9/2/2018) dan berlangsung selama lima hari (9 – 13/2/2018).

“Festival ini merupakan komitmen pemerintah bersama masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah setiap potensi daerah," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (8/2/2018).

Menurut Anas, pengusaha tempe dan tahu tidak hanya menjual tahu tempenya saja, namun bisa mengolahnya menjadi makanan lain. Selain itu, lewat festival ini kawasan Pengantigan yang notabene sentra pengolahan tahu dan tempe bisa mulai menjadi destinasi wisata baru Banyuwangi.

"Setidaknya ada 30 pengusaha tahu dan tempe di daerah ini. Nanti wisatawan bisa melihat beraneka olahan makanan dari bahan dasar kedelai. Para pengusaha tahu dan tempe ini juga akan menunjukkan proses pembuatan tahu dan tempe kepada pengunjung," kata Anas.

Tak hanya sekedar bentuk tempe dan tahu, melainkan para pengusaha tahu dan tempe akan menyajikan aneka olahan tahu dan tempe.

"Seperti kripik tempe, kerupuk tahu, brownies tahu, peyek tempe, tempe mendoan, stik tempe, cookies tempe, surabi tahu, sate tempe, pepes tahu, burger tempe hingga juice tahu," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda.

Festival ini akan diawali dengan mengarak lima tempe raksasa yang diistilahkan tempe mongkleng. Tempe Mongkleng ini akan diarak dari rumah penjual menuju gapura masuk Kelurahan Pengantigan.

"Setelah tiba, tempe ini akan digoreng secara masal dan bisa dinikmati siapapun yang datang dalam festival ini. Setelah makan bersama, masyarakat bisa mengunjungi stand yang menyajikan beragam produk produk tempe tahu,” kata ketua panitia festival, Nanang Lukman Hakim.

Para warga di sediakan sejumlah stand yang akan dibuka mulai pukul 15.00 – 22.00 Wib. Nantinya, para tamu bisa langsung membeli tahu tempe, maupun melihat proses pembuatan tahu dan tempe.

"Ke depan, kampung kami akan membuka pasar sore khusus menjual produk tempe dan tahu milik pengrajin Pengantigan sini,” pungkas Nanang. [rin/but]

Tag : wisata banyuwangi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup