Pemprov Jatim Prihatin Penahanan Pelawak Cak Percil di Hongkong

Kamis, 08 Februari 2018 16:37:01
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pemprov Jatim Prihatin Penahanan Pelawak Cak Percil di Hongkong
Cak Percil dan Cak Yudho saat berada di Hongkong, Foto: facebook

Surabaya (beritajatim.com) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim Jarianto mengaku prihatin atas nasib malang yang menimpa pelawak group Guyon Maton asal Jatim, Cak Percil dan Cak Yudho yang ditahan Imigrasi Hongkong. 

"Kami jelas prihatin. Ini kan gara-gara pihak penyelenggara atau pengundang yang lalai dalam menguruskan visa bagi Cak Percil dan Cak Yudho. Mereka ditahan imigrasi karena menggunakan visa turis dan tampil melawak di Hongkong itu dianggap bisnis yang harus pakai visa kerja," kata Jarianto kepada beritajatim.com di kantornya, Kamis (8/2/2018).

Pemprov berharap kepada KBRI di Hongkong dan Kemenlu tetap membantu mendampingi proses hukum yang dijalani duo pelawak itu. "Ini juga akan menjadi perhatian bagi seniman yang sering dapat tanggapan tampil di luar negeri agar administrasi ditertibkan. Sebelum tampil diharapkan bisa berkoordinasi dengan Disbudpar Jatim untuk mendapatkan visa kerja," tuturnya. 

Dia berharap agar kasus pelanggaran penggunaan visa kedua pelawak itu tidak berkepanjangan dan segera selesai. "Mengembangkan karir di luar negeri dan Go International itu penting, tapi diharapkan administrasi tetap diperhatikan para seniman Jatim," imbaunya. 

Jarianto Kadis Pariwisata Pemprov Jatim

Untuk diketahui, dua pelawak asal Jatim, Deni Afriandi (Cak Percil) dan Yudo Prasetyo (Cak Yudho) harus mendekam di tahanan imigrasi Hong Kong. Keduanya diduga melanggar ketentuan penggunaan visa.

Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Tri Tharyat, mengatakan, dua pelawak itu masuk Hong Kong menggunakan visa turis pada 2 Februari 2018. 

Dua hari kemudian, mereka ditangkap karena menerima bayaran sebagai pengisi acara yang digelar Komunitas Buruh Migran Indonesia di Hong Kong.

Imigrasi Hong Kong membebaskan biaya masuk bagi orang dengan visa turis. Sementara jika masuk ke negara itu untuk mencari pendapatan, maka diwajibkan menggunakan visa kerja.

Pada Rabu, 7 Februari 2018, Tharyat telah menemui kedua pelawak tersebut di penjara imigrasi Hong Kong. 

Dalam pernyataannya, Tharyat mengatakan otoritas Hong Kong menemukan bukti awal yang cukup atas pelanggaran izin tinggal bagi penyelenggara acara dan penyalahgunaan visa turis.

Cak Yudho dan Cak Percil telah disidang di Pengadilan Shatin, Selasa 6 Februari 2018. 

Sementara itu, ketua panitia acara telah diinterogasi dan dilepaskan dengan status wajib lapor ke Imigrasi Hong Kong secara berkala. (tok/ted) 

Tag : Cak Percil

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup