Karangpatihan, Kampung Idiot yang Dilirik EBY

Kamis, 08 Februari 2018 10:45:48
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Karangpatihan, Kampung Idiot yang Dilirik EBY

Ponorogo (beritajatim.com) - Mungkin, nama Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong sudah lengket dengan sebutan kampung idiot. Namun kini telah berubah. Pasalnya di Desa paling Barat di Kecamatan Balong menyimpan puluhan potensi wisata.

Potensi wisata inilah yang akhirnya dilirik oleh Anggota Komisi X DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) atau Ibas yang berasal dari Dapil Jatim VII melalui Griya Aspirasi EBY Kabupaten Ponorogo mengadakan kegiatan ‘Wisata Bersama Insan Pers Bumi Reog Ponorogo’.

Koordinator Kabupaten (Korkab) EBY Ponorogo, Masrul Hariyanto menuturkan kegiatan ini guna memaksimalkan potensi pariwisata di Ponorogo dengan cara kerjasama bersama media supaya gaungnya lebih besar.

“Kebetulan mas Ibas selaku DPR RI X yang membidangi pariwisata berharap bisa mengangkat potensi lokal,” tuturnya kepada detikcom saat ditemui di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Ponorogo, Kamis (8/2/2018).

Dia menambahkan setidaknya ada 15 desa yang nantinya akan mendapatkan bantuan untuk mewujudkan desa pariwisata di Ponorogo dari DPR RI. “Kami juga mengawal dengan memverifikasi daerah mana saja yang bisa diekspose,” jelasnya.

Selama kunjungan tim juga mengecek kesiapan warga tunagrahita saat membuat batik ciprat salah satu produk unggulan Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Ponorogo.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Kabupaten Ponorogo, Eko Mulyadi menjelaskan pengembangan desa pariwisata di Ponorogo memang sedang ramai-ramainya. Setidaknya sudah ada 60 lebih desa wisata yang tergabung kedalam asidewi.

“Bahkan yang sudah tertuang SK Bupati pada 14 Juni 2017 ada 70 desa wisata yang sudah ditetapkan,” imbuhnya.

Namun potensi wisata yang paling dominan berbasis alam  Eko --panggilan akrab-- Eko Mulyadi, juga tertantang untuk mengembangkan kreatifitas seperti wisata kuliner dan edukasi. “Untuk sementara yang masih kami kembangkan adalah wisata alam seperti hutan, air terjun, sungai dan embung atau kolam,” paparnya.

Eko yang juga menjabat kepala desa Karangpatihan, ini juga menambahkan perhatian pemerintah sudah mulai terlihat dengan adanya bantuan pendanaan sebesar Rp 25 juta per desa yang dilakukan secara bertahap pada tahun 2017 lalu ada 20 desa yang dibantu. “Dan tahun 2018 akan ada 20 desa lainnya yang dibantu,” tukasnya.

Dia pun berharap dengan adanya potensi wisata di Ponorogo bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari pers, masyarakat secara luas, dinas pariwisata dan pemerintah supaya bisa berjejaring dan didukung semua pihak.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim relawan EBY, tim griya aspirasi bekerjasama dengan asidewi untuk bisa mengakses program-program yang ada di Jakarta mendukung wisata di Ponorogo,” pungkasnya. [kun]

Tag : kampung idiot

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup