Satwa Tidur Berselimut Segera Hiasi Taman Safari Prigen

Jum'at, 02 Februari 2018 03:45:52
Reporter : M. Ismail
Satwa Tidur Berselimut Segera Hiasi Taman Safari Prigen

Sidoarjo (beritajatim.com) - Lima ekor satwa yang datang dari Australia, yakni dua ekor Wombat dan tiga ekor Red Nekced Wallaby, akan melengkapi ragam binatang di wahana Australiana Zone Taman Safari Prigen.

Lima satwa hibah dari Autralia Zoo itu didatangkan ke Indonesia diangkut pesawat Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX781. Setiba di Bandara Internasional Juanda, petugas Badan Karantina Pertanian langsung memeriksa lima satwa tersebut.

Board Member Taman Safari Prigen John Sumampau merasa lega karena kelima satwa khas Australia itu sudah tiba di Surabaya. Butuh empat tahun untuk mempersiapkan kedatangam satwa tersebut. Mulai dari pembuatan habitat, survei oleh tim dari Australia, hingga bagaimana merawatnya. "Masyarakat bisa segera melihat langsung di Taman Safari Prigen," katanya, Kamis (1/2/2018).

Dia mengungkapkan bahwa Taman Safari Prigen ingin menampilkan ragam satwa yang biasa dijumpai di Australia. Kali ini yang paling terlihat adalah Red Necked Wallaby. Binatang ini memiliki kantung di bagian perut. "Sama dengan Kanguru," jelasnya.

Sebenarnya, sambung dia, ada enam ekor Red Necked Wallaby yang didatangkan. Tapi baru tiga ekor yang bisa diangkut. Sisanya menyusul. "Kabarnya sedang tidak enak badan, jadi tidak bisa turut serta, " ucapnya.

Sumampau menambahkan, proses mendatangkan satwa ini sudah melalui berbagai prosedur. Tahapan perizinan sudah dilewati. Termasuk kelayakan habitat yang akan ditempati. Bahkan saat ini Taman Safari Prigen sedang menyiapkan habitat untuk jenis satwa lain yang juga datang dari Australia. "Kami ingin datangkan Koala di Prigen," jelasnya.

Suwarno, salah seorang keeper yang sudah dilatih di Brisbane, Australia menyebut lima satwa tersebut tergolong manja. Banyak hal yang harus diperhatikan agar kelimanya bisa hidup di Prigen. "Paling susah penyesuaian cuaca," imbuhnya.

Tapi, mereka tetap optimistis lima satwa tersebut bisa beradaptasi. Butuh waktu sekitar dua minggu masa penyesuaian. Suwarno mengaku sudah menyiapkan tempat tidur khusus. Menyerupai ranjang lengkap dengan selimut. "Satwa ini biasa tidur dengan selimut," ungkapnya. [isa/suf]

Tag : wisata

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup