Kondisi Wisata Pantai Jumiang Pamekasan Dikeluhkan Pengungjung

Senin, 22 Januari 2018 18:36:04
Reporter : Samsul Arifin
Kondisi Wisata Pantai Jumiang Pamekasan Dikeluhkan Pengungjung

Pamekasan (beritajatim.com) - Pantai Wisata Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu merupakan salah  satu destinasi wisata andalan milik Pemkab Pamekasan. 

Hanya saja kondisi lokasi wisata plat merah tersebut justru dinilai kurang memuaskan pengunjung.

Hal itu tidak lepas dari kondisi lokasi wisata yang cenderung kurang terawat, sebab selain berdekatan dengan pemukiman warga. Peran pemerintah setempat juga dinilai tidak terlalu memperhatikan terhadap kondosi wisata yang terbilang cukup menjanjikan.

Padahal lokasi wisata Pantai Jumiang sangat strategis andai dikelola secara profesional, bahkan tidak menutup kemungkinan juga bisa bersaing dengan destinasi wisata pantai lain yang tersebar di seluruh Madura. Khususnya di daerah berslogan Bumi Gerbang salam.

"Sebenarnya panorama pantainya lumayan bagus, terlebih juga ada aktivitas warga setempat yang bisa menjadi nilai lebih dibandingkan lokasi wisata lainnya. Hanya saja terlihat kurang terawat," kata salah satu pengunjung asal Surabaya, Junaidi kepada beritajatim.com, Senin (22/1/2018).

Selain itu pihaknya menilai terdapat dua titik lokasi wisata berbeda di area Pantai Jumiang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan, bahkan tidak menutup kemungkinan justru menjadi rujukan wisatawan. "Selain destinasi wisata pantai, juga terdapat panorama bukit yang terletak di bagian timur. Pemandangannya juga sangat bangus," ungkapnya.

Namun kondisi tersebut justru terkesan tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, hal itu terlihat dari berbagai fasilitas yang bisa memanjakan pengunjung. "Kalau sampah yang bisa dimaklumi, karena sudah berdempetan dengan pemukiman warga. Tapi semestinya ada tindakan tegas, ntah itu dengan papan larangan membuang sampah dan lainnya," jelasnya.

"Selain itu juga tampak terlihat pengelolaan yang tidak profesional dalam sektor pengelolaan, hal itu terbukti dengan tiket masuk yang tertera sebesar Rp 2 ribu justru naik menjadi Rp 4 ribu per motor. Termasuk juga saat masuk ke dalam, pengunjung masih harus membayar uang parkir. Ini jelas menandakan jika pengelolaannya tidak profesional," tegasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pamekasan Achmad Sjaifuddin juga sempat menyampaikan jika beberapa destinasi wisata di wilayah yang dipimpinnya kurang diminati pengunjung atau wisatawan. Khususnya wisatawan asal luar Pamekasan.

Namun pihaknya komitmen untuk segera membenahi sekaligus memperbaiki teknis pengelolaan destinasi wisata yang dikelola di bawah naungannya, bahkan perbaikan berbagai fasilitas di berbagai lokasi wisata dianggarkan hingga mencapai Rp 4 miliar pada 2017 lalu. Sayang hal hal itu belum direisasikan dan akan ditunda pada 2018 mendatang. [pin/ted]

Tag : wisata pamekasan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Gaya Hidup