Nikmatnya Kepiting Rebus dan Lobster ala Pangkah Wetan

Rabu, 06 Desember 2017 10:08:43
Reporter : Deni Ali Setiono
Nikmatnya Kepiting Rebus dan Lobster ala Pangkah Wetan
Lobster di tungku masak di Pangkah Wetan, Ujungpangkah, Gresik. [Foto: Deni/bj.com]

Gresik (beritajatim.com)--Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik memang sudah dikenal sebagai pusat makanan sea food (makanan laut), khususnya kepiting dan lobster. Desa yang terletak kurang lebih 40 kilometer dari Kota Gresik itu merupakan salah satu tempat yang layak dikunjungi.

Tidak hanya tempat wisata hutan mangrove saja, tapi juga kulinernya. Dengan merogoh kocek uang Rp 65 ribu per kilograma, Anda bisa langsung menikmati kepiting rebus maupun lobster. Pengunjung yang datang ke tempat tersebut tidak perlu membutuhkan waktu lama. Pasalnya, saat memesan makanan hasil laut hanya menunggu kurang dari 30 menit. Sebab, kepiting dan lobster sebelum direbus terlebih dulu dan dibersihkan seluruh badannya sebanyak tiga kali dengan air tawar.

Selanjutnya, usai dibersihkan kepiting serta lobster yang dipesan oleh pembeli langsung dimasukkan ke dalam tungku besar lalu direbus. Usai direbus, kepiting maupun lobster bisa langsung disantap tanpa bumbu tambahan. Namun, bila pengunjung menginginkan ada bumbu tambahan, penjualnya siap melayani tanpa biaya tambahan.

"Rasanya gurih meski tanpa ada bumbu tambahan," kata Sholihul Huda, salah satu pengunjung asal Perumahan Bunder Asri Gresik, Rabu (6/12/2017).

Menurut Fahlul, salah satu penjual hasil laut asal Desa Pangkah Wetan menuturkan, kepiting dan lobster asal desanya tidak hanya disajikan ke pembeli saja. Namun, sudah diekspor ke Taiwan dan Hongkong dalam bentuk kemasan fresh.

"Sebelum dikirim ke Taiwan dan Hongkong, pabrikan hasil olahan laut asal Paciran Lamongan mengambilnya dari kami," ujarnya.

Dalam sehari, masih kata Fahlul, ada kurang lebih 1 ton, baik itu olahan kepiting maupun lobster, yang diekspor ke dua negara tersebut. Selain diekspor, dua komiditi laut tersebut juga dikirim ke beberapa daerah lain, seperti Surabaya, Bali, dan NTB. "Paling banyak diekspor, sisanya dikirim ke berbagai daerah," tuturnya.

Kepala Desa (Kades) Pangkah Wetan, Syaifullah Mahdi, mengatakan, kuliner khas desanya itu terus dikembangkan bahkan dijual kepada wisatawan.

"Kuliner khas kami tidak hanya kepiting dan lobster saja. Tapi ada juga ikan bandeng bakar dan rajungan. Semuanya itu dalam bentuk fresh bisa dibeli mentah maupun dimasak di sini," ujarnya sambil berpromosi. [air/dny]

Tag : kuliner

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup