Tradisi Kersenan,

Ini Cara Warga Mengelo Mojokerto Peringati Maulud Nabi

Minggu, 03 Desember 2017 17:25:25
Reporter : Misti P.
Ini Cara Warga Mengelo Mojokerto Peringati Maulud Nabi

Mojokerto (beritajatim.com) - Warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mempunyai tradisi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Yakni dengan tradisi kersenan, pohon kersenan yang digantungkan berbagai barang untuk diperebutkan warga. Ada dua pohon kersenan berukuran besar yang disediakan panitia di depan Masjid Darussalam.

Di setiap cabang dan ranting pohon, panitia mengantungkam berbagai macam barang. Mulai dari alat rumah tangga seperti peralatan memasak, pakaian dan sepatu, sandal maupun hasil bumi.

Ratusan warga tak hanya dari warga desa setempat namun juga dari berbagai daerah sengaja datang untuk menantikan moment tersebut.

Usai mendengarkan ceramah agama dan didoakan, ratusan warga yang datang langsung memperebutkan sejumlah barang-barang tersebut dari kedua pohon.

Salah satu warga, Juli (34) mengaku, meski ia bukan warga asli tapi hampir setiap tahun selalu mengikuti acara tersebut.

"Saya selalu kesini setiap ada tradisi kersenan, saya berharap mendapatkan barokah dari apa yang saya dapatkan," ungkapnya, Minggu (3/12/2017).

Masih kata warga Mojoagung, Kecamatan Jombang ini, untuk mendapatkan barang-barang tersebut ia rela berdesak-desakan dengan ratusan warga lainnya.

Semua dilakukan lantaran ia ingin mendapatkan hasil bumi dan barang lainnya yang sudah didoakan oleh para ulama.

Ketua Takmir Masjid Darussalam, Son Haji menjelaskan, tradisi kersenan merupakan tradisi warga Mengelo sudah sejak lama.

"Saya sendiri, tidak tahu persis sejak kapan tradisi ini ada. Dulu tradisi ini hanya berada di dalam masjid tapi tidak menggunakan pohon kersenan hanya makanan dibentuk dan ditaruh di bambu atau lidi," katanya.

Bahkan, lanjut Son Haji, saat acara keresan semua warga Mengelo yang merantau akan pulang untuk mengikuti tradisi kersenan.

Menurutnya, tujuan tradisi tersebut tidak lain yakni untuk meneruskan perjuangan nenek moyang dengan harapan agar memperoleh safaat dari Nabi Muhammad SAW.

"Sedangkan pohon kersenan yang digunakan tidak lain karena pohon kersenan mempunyai akar banyak dan ranting pohon yang menyebar sehingga bisa untuk menempelkan barang apa saja. Baik hasil bumi maupun produk hasil warga Mengelo, seperti sandal dan lainnya. Selain itu, kita juga berikan bantuan berupa uang kepada fakir miskin dan anak yatim di sekitar," jelasnya.[tin/ted]

Tag : maulid nabi

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup