Perjuangan Warga Banyuwangi

Dalam Kisah Gandrung 'Kembang Pepe'

Minggu, 08 Oktober 2017 19:45:04
Reporter : Rindi Suwito
Dalam Kisah Gandrung 'Kembang Pepe'

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pagelaran Festival Gandrung Sewu tampil memukau di pelataran pantai Boom, Kelurahan Mandar, Banyuwangi. Mengambil tema 'Kembang Pepe' membalut indah tarian khas warga Blambangan itu.

Makin indah, kala tari ini dibumbui dengan teatrikal perjuangan pahlawan Banyuwangi dalam melawan penjajah. Kisahnya, tersirat melengkapi dalam setiap episode gandrung sewu yang digelar rutin sejak 2012 itu.

Sebenarnya, Fragmen itu mengisahkan para pahlawan bersiasat dengan menggelar pertunjukan seni Barong dan Tari Gandrung untuk menjebak penjajah. Kisah ini, diinisiasi oleh Mas Alit sebagai Bupati Banyuwangi pertama kala itu.

Penjajah yang telah lama menduduki Bumi Blambangan, membuat warga serta pemerintah kala itu gerah. Meskipun, banyak warga beranggapan apa yang dilakukan oleh sang bupati tersebut kurang meyakinkan.

Namun, keraguan itu dibalas Mas Alit dengan tindakan yang mampu meyakinkan warganya. Melalui strategi penyamaran atau seni itulah awal mampu mengelabuhi para penjajah.

Sehingga dalam fragmen itu, diperankan oleh sebagian penari Gandrung yang memakai topeng Barong dalam aksinya. Tak luput, sang Gandrung juga tampak menjadi penarik perhatian para penjajah.

Hingga pada akhirnya para VOC pun terkelabuhi, sehingga kemudian dilakukanlah penyerangan. Para penjajah yang telah mabuk terbuai dengan bujuk seni yang ditampilkan, mereka semua dibinasakan.

Dalam gambaran penampilannya,  perpaduan kereografi yang menawan, kostum Gandrung yang indah, aksi kebasan selendang berwarna merah, dan fragmen teatrikal membuat pertunjukan Gandrung Sewu kian mempesona. Itulah, kisah yang ditunjukkan dalam Festival Gandrung Sewu Banyuwangi tahun ini.

"Mereka tak hanya menampilkan seni tari biasa, tapi mereka menampilkan tarian yang penuh makna. Dalam tarian itu dikisahkan, makna perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang, pendahulu kita. Sehingga, tarian ini juga dapat menumbuhkan nilai keteladanan dalam sejarah dan cerita perjuangan pendahulu," jelas Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M Yanuarto Bramuda, Minggu (8/10/2017).

Dalam tari ini, kata Bram, tidak hanya berisi sekedar sendra tari, tapi sekaligus dapat mentransformasi nilai-nilai budaya. Termasuk memaknai nilai cerita rakyat yang dulu pernah diperjuangkan oleh pendahulu dalam melawan penjajah.
"Sehingga melalui seni tari gandrung ini kedepan terbentuk kecintaan terhadap budaya gandrung itu sendiri," pungkasnya. (rin/kun)

Tag : festival banyuwangi

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup