TTC Banjir Pesanan Kostum Majapahitan Bernuansa Superhero dari Sampah

Selasa, 03 Oktober 2017 15:55:11
Reporter : Misti P.
TTC Banjir Pesanan Kostum Majapahitan Bernuansa Superhero dari Sampah

Mojokerto (beritajatim.com) - Trawas Trashion Carnival (TTC) kebanjiran membuat kostum majapahitan bernuansa superhero dari sampah daur ulang. TTC merupakan sekumpulan warga di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang mengambil sisi positif dari menjamurnya sampah di sekitar.

Banyaknya sampah tersebut membuat TTC menciptakan mahakarya kostum unik bertema fantasi Kerajaan Majapahit. Seperti kostum Ratu Kencana Wungu, Surya Majapahit, Pohon Maja, Pusaka Majapahit, burung Garuda dan sebagainya. Kostum buatan TTC tersebut kerap kali tampil di sejumlah festival di berbagai kota di Jawa Timur.

Presiden TTC, Tri Mulyano mengatakan, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2004 lalu. "Awalnya ikut karnawal, ibu-ibu mengumpulkan sampah dari barang bekas yang ada di rumah mereka masing-masing. Kemudian sampah itu dibikin kostum," ungkapnya, Selasa (3/10/2017).

Masih kata Tri, meski sempat kebingungan karena harus belajar secara otodidak, namun keuletan menjadi kunci terbentuknya mahakarya tersebut. Menurutnya, awalnya hanya kostum biasa tapi kemudian berkembang dengan membuat sayap. Pembuatan sayappun tak semudah yang dibayangkan.

"Karena kendala yang paling rumit adalah kerangka yang mudah patah. Setahun kemudian menambah keunikan dan ciri khas kostum agar bisa dikenang warga, bahkan kita harus belajar ke Banyuwangi dan Jember untuk belajar cara membuat aksesoris sayap, mahkota dan ekor. Hasilnya, kostum kolosal Majapahitan bernuansa superhero," ujarnya.

Menurutnya, pembuatan kostum hingga ini yang telah dibuat paling berat sampai 30 kg. Padahal jalanan di Trawas kan naik turun, itu yang membuat beberapa pengunjung salut dengan karya TTC. Menurutnya, TTC awalnya membutuhkan waktu hingga tiga minggu dalam penggarapan satu buah kostum.

"Kalau dulu kita masih bongkar pasang, jika dirasa pakai triplek terlalu berat ganti dengan spon sandal. Lalu pernah pakai besi dan ternyata berat sekali kemudian kita ganti gavalum, kita sudah pernah menjuarai Parade Batik Kota Mojokerto di tahun 2015 dan 2017, Tretes Fashion Carnival 2016," tuturnya.

Kostum yang dibuat TTC mulai dilirik masyarakat, tak hanya dari kalangan orang dewasa, melainkan juga kostum untuk karnaval anak-anak. Karena TTC pun membuat kostum untuk pesanan dengan harga untuk anak-anak Rp200 ribu dan yang paling mahal Rp1,5 juta.

"Kostum buatan TT tak meninggalkan identitas Mojokerto yakni Kerajaan Majapahit. Berbagai varian Majapahit selalu disisipkan mulai dari pusaka, artefak hingga pernak pernik lainnya. Ini identitas yang membedakan TTC dengan kostum karnaval lainnya dengan harapan saat orang melihat kostum itu maka mereka akan tahu jika ini dari Mojokerto," pungkasnya. [tin/but]

Tag : fashion

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup