Tahu Telor Lonceng Kuliner Legendaris Kota Malang

Senin, 25 September 2017 13:32:39
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Tahu Telor Lonceng Kuliner Legendaris Kota Malang

Malang (beritajatim.com) - Kota Malang terkenal dengan sebutan Kota Bunga dan Kota Pendidikan. Dulu Malang juga dikenal sebagai Kota Apel, dan Kota Tempe. Apel menjadi ikon pertanian Malang, sedangkan tempe menjadi makan khas warga Malang.

Selain itu Malang juga punya kuliner khas, yakni tahu bumbu atau tahu telor. Dia adalah Buang Abdurahim generasi ketiga penjual tahu telor lonceng khas Malang. Tahu telor Malang berbeda dengan tahu 'tek'. Tahu telor Lonceng mempunyai resep andalan.

"Bahannya tahu telor, bisa pakai lontong bisa nasi juga. Ada kecambah, bumbu, kacang, acar, koya kelapa, petis, kecap. Koya kelapa dan kecap kita buat sendiri," kata Buang, Senin, (25/9/2017).

Koya kelapa merupakan warisan resep turun temurun dari kakek. Tahu telor lonceng juga menjaga orisinalitas kecap. Sejak pertama jualan pada awal 1900-an kecap tahu telor lonceng membuat sendiri dari gula merah.

"Untuk kecap, bumbu dan koya kita buat sendiri. Kita semua bahan masih alami, pakai gula merah, kecapnya juga buat sendiri dari gula merah. Resep dan rasananya insyallah sama. Kita dari dulu sampai sekarang tetep cuma jaga rasa aja, itu kuncinya biar pembeli tidak kapok kembali kesini," papar Buang.

Buang menceritakan awal mula kakek berjualan dibawah monumen lonceng di Jalan Laksamana Martadinata, Kota Malang. Generasi pertama adalah kakek yang berjualan diawal 1900-an. Berlanjut kepada ayah Buang di tahun 1950-an.

Kemudian generasi ketiga adalah Buang sendiri, berjualan sejak tahun 1963. Awal mula semuanya berjualan sebagai Pedagang Kaki Lima. Sejak tahun 1990-an tahu telor lonceng sudah berpindah ke komplek ruko di Jalan Laksama Martadinata.

"Kalau mulai kakek berjualan lupa tidak tahu pasti tahunnya seingat sejak zaman penjajahan Belanda. Awal 90-an lah. Pindah di Jalan Laksamana Martadhinata di Ruko ini barusan tahun 1990-an, dulu jualannya hanya tahu lontong. Tapi sejak tahun 1990-an ditambahi jualan tahu telor bisa pakai lontong bisa pakai nasi," tandasnya.

Saat ini tahu telor lonceng sudah memiliki dua pegawai dibantu dengan putra Buang dan istri. Harganya tergolong murah, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu. Tahu telor lonceng buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB sampai 22.00 WIB. (luc/kun)

Tag : kuliner malang

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup