Bangkitkan Proklamator Majapahit di Blitar

Getih Getah Gulo Klopo Candi Simping

Senin, 18 September 2017 16:31:50
Reporter : Ribut Wijoto
Getih Getah Gulo Klopo Candi Simping

Blitar (beritajatim.com) - Kolaborasi Komunitas Budaya Sulud Sukma bersama Dewan Kesenian Jawa Timur, Minggu tadi malam (17/9), berhasil menyulap reruntuhan Candi Simping menjadi sebuah monumen penanda bangkitnya Proklamator Majapahit di Blitar. Melalui kegiatan East Java Art Roadshow, sebuah kegiatan dengan tajuk Getih-Getah Gulo Klopo Candi Simping, berhasil memukau 500 penonton dan 100 tamu undangan yang hadir.



Kegiatan ini diawali dari menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza yang dipandu Duta Pariwisata Kabupaten Blitar, dilanjutkan dengan pertunjukan Musik Perkusi Jimbe, yang menggambarkan situasi peperangan antara Raden Wijaya yang memukul mundur tentara tar-tar pulang kembali ke negaranya. Setelah itu terdapat Doa Budaya yang dibacakan dengan khidmat oleh Seniman Blitar, Redy Wisono, serta tari ritual ngabekti yang diiringi 12 orang penembang macapat lintas generasi yang menggambarkan pengabdian 4 istri Raden Wijaya dalam menginspirasi Raden Wijaya untuk mendirikan dan membesarkan kekuasaan Kerajaan Majapahit.



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Luhur Sejati, dalam sambutannya mewakili Bupati Blitar, menyatakan,”Candi Simping menyimpan nilai budaya dan sejarah yang sangat besar, utamanya menyangkut didharmakannya abu proklamator majapahit di lokasi ini. Kedepan Blitar akan menjadikan Candi Simping sebagai tonggak kebangkitan bangsa, dimana akan ada event nasional pada 6, 7, dan 8 Desember 2017 dari Kemenpora dengan tajuk Kirab Pemuda Nusantara yang titik nol nya akan ditempatkan di lokasi ini. Selain itu kami berharap ada arsitek yang mampu merekonstruksi reruntuhan candi ini agar tampak megah kembali.”



Luhur Sejati dalam sambutannya juga mengapresiasi kemauan anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Sulud Sukma dalam menggali nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dan Gotong Royong. Menurut Luhur, “Kesadaran untuk membangkitkan nilai budaya, harus diawali sejak dini. Tanpa adanya regenerasi, nilai sejarah dan budaya yang merupakan warisan leluhur kita pasti akan punah. Untuk itu kami akan selalu mendukung kegiatan seperti ini.”

Acara ini dilanjutkan dengan Orasi Kebudayaan Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur dan diakhiri dengan pembacaan serta penandatanganan Deklarasi Simping yang berisikan komitmen untuk mengawal Kebhineka Tunggal Ika-an sebagai dasar persatuan bangsa, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta keberpihakan arah program kebijakan pada nilai budaya, sejarah, dan kesenian bangsa.



“Kami berterima kasih atas gotong royong dari semua pihak atas suksesnya kegiatan ini. Namun yang perlu diingat adalah komitmen mendatang untuk menjadikan candi simping tidak hanya sekedar bangunan cagar budaya. Namun juga sebagai tempat untuk menggali ide, menggali inspirasi, serta menggali ilmu pengetahuan tentang nusantara, khususnya tentang nilai-nilai kebangsaan, nilai kebhinekaan, serta nilai gotong royong yang mulai memudar, harus terwujud,” tutur salah satu penyelenggara kegiatan sekaligus anggota Komunitas Sulud Sukma, Rangga Bisma Aditya.



Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota dan Kabupaten Blitar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Perwakilan dari 6 pemuka agama dan aliran kepercayaan, Balai Pelestari Cagar Budaya Blitar, Dewan Kesenian Kota dan Kabupaten Blitar, Kepala Desa Sumberjati, Camat Kademangan, serta para budayawan senior Blitar. [but]

Tag : tradisi

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup