Ratusan Warga Berebut Buceng di Kelenteng Tuban

Selasa, 12 September 2017 19:26:28
Reporter : M Muthohar
Ratusan Warga Berebut Buceng di Kelenteng Tuban

Tuban (beritajatim.com) - Ratusan warga masyarakat yang sebagian besar ibu-ibu berebut Nasi Buceng dan juga beras yang dibagikan oleh Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban yang berada di jalan RE Martadinata, Kota Tuban, Selasa (12/9/2017).

Ritual Rebutan Buceng dilakukan oleh para umat Tri Dharma yang ada di kelenteng tersebut untuk menghormati arwah leluhurnya. Meski polemik terkait perijinan pendirian patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen belum tuntas, pelaksanaan ritual tahunan itu tetap berjalan normal.

Pantauan beritajatim.com, ritual rebutan atau sedekah bumi itu diawali dengan proses Sembahyang yang diikuti puluhan umat Tri Dharma. Sedangkan ratusan warga yang berasal dari sekitar kelenteng tersebut sudah menunggu untuk proses rebutan Buceng yang berisikan nasi dan juga makanan ringan itu.

Setelah proses sembahyang selesai, ratusan warga yang berbaur dengan umat Tri Drahma itu langsung berebut Buceng yang telah ditata di depan tempat peribadatan. Saat rebutan satu warga ada yang mendapatkan lima sampai dengan 10 buah Buceng.

"Ini sudah tiap tahun ikut, senang saja ikut rebutan. Kalau nasinya biasanya saya keringkan," ujar salah satu ibu-ibu yang ikut berebut Buceng itu.

Dalam waktu sekejap sebanyak 1.200 Buceng yang telah disediakan oleh pihak Kelenteng langsung ludes habis menjadi rebutan warga. Setelah selesai rebutan Buceng, ratusan warga kemudian mengantre untuk mengambil paket beras yang dibagikan secara gratis.

"Ini memang sebagai ritual tahunan, untuk penghormatan para leluhur yang tidak terawat," Liu Pramono, wakil ketua TITD Kwan Sing Bio Tuban.

Dalam ritual tahun ini, pihak kelenteng menyediakan sebanyak seribu bungkus paket beras yang diberikan bagi warga sekitar. Setiap paket berisikan sebanyak 5 kilogram beras dan bagi warga yang mengantre harus mendapatkan kupon terlebih dahulu.

"Kita bagikan kepada siapa saja warga sekitar yang mau. Harapannya ini bisa sedikit membantu bagi warga sekitar," ungkapnya. [mut/but]

Tag : tradisi

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup