Umat Hindu-Budha Ruwat Budaya di Petilasan Tribuana Tunggadewi

Sabtu, 09 September 2017 15:15:31
Reporter : Misti P.
Umat Hindu-Budha Ruwat Budaya di Petilasan Tribuana Tunggadewi

Mojokerto (beritajatim.com) - Puluhan umat Hindu dan Budha menggelar ritual ruwat budaya di Petilasan Tribuana Tuggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (9/9/2017). Kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya Majapahit.

Koordinator Kegiatan, Merry Tri Radmani mengatakan, sejak 700 tahun lalu belum ada gelar doa di yoni terbesar sebagai tempat pemujaan. "Dan Tribuana Tunggadewi merupakan ratu pada jaman Majapahit. Ruwat merupakan doa yang digunakan pada jaman Majapahit," ungkapnya.

Seperti ruwat yang dipimpin Ratu Pandhita Ida Pedanda Gede Anom Negara Jalakrana Manuaba, melaspas atau upacara pembersihan dan penyucian bangunan, samadhi atau ritual konsentrasi tingkat tinggi, melampaui kesadaran alam jasmani yang terdapat dalam agama Hindu-Budha dan Macapatan serat Wedatama (Mangkunegara IV).

"Tujuannya tidak lain yakni untuk mempererat rasa Bhineka Tunggal Ika dengan Jiwa Pancasila karena Majapahit memiliki Pancasila dan kerajaan besar yang mempersatukan Nusantara. Untuk itu, semua umat hadir di sini, mulai dari Hindu, Budha dan kejawen," katanya.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat digelar setiap tahunnya sehingga semua masyarakat khususnya umat Hindu dan Budha mengetahui jika ada petilasan leluhur yang bisa dikunjungi untuk dibuat ibadah. Yakni Petilasan Tribuana Tuggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.[tin/kun]

Tag : budha, mojokerto

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup