Konser 'Lare Cilik' Banyuwangi Padukan Musik Etnik dan Modern

Minggu, 23 Juli 2017 09:24:53
Reporter : Rindi Suwito
Konser 'Lare Cilik' Banyuwangi Padukan Musik Etnik dan Modern

anyuwangi (beritajatim.com) - Ratusan anak-anak Banyuwangi berbaur serempak membentuk perpaduan musik menarik. Alunan alat musik tradisional dan modern menjadi pembeda. Mereka ini  tergabung dalam Lalare Orkestra Banyuwangi.

Lalare Orkestra ini pemusiknya adalah anak-anak yang masih berusia 3,5 sampai 12 tahun itu, dari yang masih duduk di bangku play group sampai SMP.

Sebagai lagu pembuka, musikus cilik tersebut langsung menggebrak dengan lagu Banyuwangi, Nandur Gendhing. Tabuhan gendang, pukulan rebana, ketukan angklung dan gesekan biola berpadu dalam sebuah orkestra.

Bukan hanya lagu Banyuwangi seperti Seblang Lukinto dan Nyerambah Jagat, namun lagu Spanyol Besame Mucho, Ondel - ondel, hingga Yamko Rambe Yamko berhasil dibawakan mereka.

Ribuan penonton memadati Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi pun terpukau melihatnya. Tidak hanya lokal, penonton mancanegara juga tampak antusias.

"Banyuwangi boleh maju, namun tradisi kami tidak boleh dihilangkan. Konser ini salah satu upaya untuk melestarikan tradisi daerah. Saya bangga dengan anak-anak ini," kata Bupati Abdullah Azwar Anas, Sabtu (22/7/2017).

Kata Anas, tahun 2016 lalu, Lalare Orkestra berhasil meraih perhargaan internasional Pasific Asia Travel Association (PATA) kategori heritage and culture. "Di tengah beragam festival yang bercita rasa moderen, Banyuwangi tetap memberikan ruang  musik ethik daerah khusus anak-anak untuk eksis," ujar Anas.

Tidak hanya bermain musik, mereka juga menampilkan aksi teatrikal komedi. Sehingga penonton tidak hanya terhibur aksi seni mereka, namun juga ikut tergelak dengan canda celoteh dari drama teatrikal yang dimainkan.

Salah satu pemainnya, Hatan Zukfikar mengaku bangga ikut konser ini. Siswa kelas 3 SMPN I Srono. "Senang banget ditonton banyak orang, jadi nambah semangat ikut lagi tahun depan," katanya dengan semangat.

Kebanggan tersebut juga dirasakan Ilzam Zulandita (12) SMPN 3 Banyuwangi. Ia tertarik dengan musik etnik karena ingin sesuatu yang berbeda.
 
"Anak sekarang kan lebih seneng modern, padahal musik etnik juga tak kalah keren loh," kata Ilzam yang malam itu menjadi pembaca puisi dan membawakan lagu Besame Muco. [rin/but]

Tag : musik

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup