Stt.. Mau Wisata ke Lantai Tujuh Gedung Pemkab? Hati-hati Belum Aman

Jum'at, 21 April 2017 13:48:57
Reporter : Tulus Adarrma
Stt.. Mau Wisata ke Lantai Tujuh Gedung Pemkab? Hati-hati Belum Aman

Bojonegoro (beritajatim.com) - Bagi para pemburu foto dan narsis dalam ketinggian. Masyarakat Kabupaten Bojonegoro bisa mencoba naik ke atas gedung lantai tujuh Kantor Pemkab Bojonegoro. Lantai atas gedung setinggi kurang lebih 55 meter itu dibuka untuk umum dan bisa digunakan sebagai wisata alternatif memacu adrenalin.

Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan, gedung yang digunakan sebagai perkantoran itu memang lantai atasnya dibuka untuk umum. Di lantai atas itu bahkan diberi rumput sintesis agar pengunjung lebih puas. "Dibuka untuk umum. Monggo (silakan, red)," ujarnya, Jumat (21/4/2017).

Namun, bagi pengunjung diharapkan menguasai jalur darurat gedung tersebut terlebih dahulu. Sebab, gedung yang digunakan bekerja oleh jajaran SKPD tersebut belum dilengkapi dengan alat keselamatan. Salah satunya yakni pemasangan jalur evakuasi jika terjadi kebakaran. Terlebih juga tidak ada petugas pemandu bagi yang akan naik ke atas gedung.

Kepala Bagian Umum, Pemkab Bojonegoro, Hari Kristianto, mengakui belum adanya jalur evakuasi jika terjadi bencana kebakaran. Menurutnya, yang bertanggungjawab dalam pengelolaan gedung tersebut melibatkan banyak sektor dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pemasangan standart keamanan penggunaan gedung tersebut masih dalam tahap koordinasi bersama beberapa SKPD.

"Yang bertanggungjawab pemanfaatan gedung tersebut multi sektor, jadi masih terus berkoordinasi," ujarnya, Rabu (19/4/2017).

Beberapa rekomendasi dari hasil inspeksi proteksi kebakaran yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bersama dengan Inspektur Kebakaran, merekomendasikan beberapa hal yang harus segera dipenuhi. Seperti jalur evakuasi bagi penghuni dan pemanfaat gedung. Sehingga saat kebakaran dapat dengan mudah melakukan evakuasi secara mandiri.

"Jalur evakuasi ini merupakan petunjuk atau tanda arah kemana dia melakukan evakuasi mandiri. Untuk bangunan bertingkat, jalur evakuasi ini mutlak," tegasnya.

Selain jalur evakuasi, rekomendasi lain yakni, papan informasi atau peringatan terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pengguna atau pemanfaat di dalam gedung. "Misalnya peringatan tidak menggunakan lift saat kebakaran. Kemudian harus ada denah ruangan untuk mempermudah pengguna atau pemanfaat gedung," lanjutnya.

Selain itu, lanjut dia, seharusnya ditiap lantai selalu ada eksos (penyedot asap) ditangga darurat untuk menyedot asap keluar. Dan perlengkapan pemadam kebakaran seperti posisi alat pemadam kebakaran ringan (apar) dan hidran harus ada dalam denah. Selain menyediakan peralatan proteksi kebakaran, juga harus dilengkapi dengan petugas keamanan dan keselamatan yang dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan dalam mengoperasikan peralatan proteksi kebakaran.

"Di pos jaga itu harus dilengkapi dengan perlengkapan peralatan proteksi kebakaran, seperti APD, sepatu maupun kunci hidran," katanya. [lus/but]

Tag : wisata bojonegoro

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup