Ngaostik, Cara Baca Buku dan Musik yang Asyik

Senin, 17 April 2017 06:57:07
Reporter : Tulus Adarrma
Ngaostik, Cara Baca Buku dan Musik yang Asyik

Bojonegoro (beritajatim.com) - Bagaimana buku dan musik dibaca secara bersama? Sejumlah komunitas literasi yang ada di Kabupaten Bojonegoro mencoba membaca secara lebih menyenangkan dan menikmati.

Dibuka dengan lantunan lagu puisi berjudul 'Aku Ingin' karya Sapardi Djoko Damono dan 'Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti' karya Banda Neira dibawakan anggota komunitas dalam acara Ngaostik,  Minggu (16/4/2017).

Dua lagu berorientasi karya sastra itu merupakan bagian dari rentetan tampilan sejumlah komunitas yang tergabung dalam Ngaostik. Ngaostik merupakan rumah besar bagi komunitas-komunitas literasi di Bojonegoro.

Ada sejumlah komunitas aliterasi Bojonegoro melebur jadi satu. Diantaranya, Atasangin, Bojaksara, Angkringan Buku Emperan (ABE) dan Perpus Gatda. Mereka berkumpul menjadi satu dalam visi yang sama. Menggelorakan kembali minat berliterasi di Bojonegoro.

"Ini acara pertama dan memang berniat untuk terus berlanjut," kata Juru bicara Ngaostik, Chusnul Chotimmah dalam diskusi setelah acara.

Chusnul mengatakan, Ngaostik menjadi festival kolaboratif antara buku dan musik pertama di Bojonegoro. Sehingga, acaranya memang masih sangat sederhana. Namun begitu, dia menerangkan, acara Ngaostik tergolong sukses.

Sebab, lanjut dia, pengunjung yang datang melebihi ekspektasi. Terbukti, ada ratusan pengunjung hadir di Ngaostik. Kondisi ini, menurut Chusnul, tentu menjadi catatan penting bagi Ngaostik untuk terus membuat acara berkelanjutan.

Hal senada diungkapkan Koordinator Ngaostik, Okky Wisnu Widodo. Menurut Okky, acara Ngaostik berusaha menampilkan berbagai tampilan seni dari berbagai komunitas. Tetapi, tidak mengabaikan orientasi prioritas. Yakni, bincang buku.

Sehingga, selain  berkumpul dan menampilkan berbagai acara seni, masing-masing anggota dan komunitas juga mengumpulkan buku untuk dibaca dan diperbincangkan. Di acara tersebut, kata Okky, ada sejumlah buku yang khusus untuk dibaca dan dijual.

"Kita kumpulkan buku dari para anggota untuk berbagi, sekaligus juga untuk dijual," pungkasnya. [lus/suf]

Tag : literasi, perpustakaan

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup