Komunitas Bicara Surabaya dan Pemkot Bagi Bibit Lombok

Sabtu, 15 April 2017 14:43:03
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Komunitas Bicara Surabaya dan Pemkot Bagi Bibit Lombok
Bagi Bibit Lombok kepada pengendara motor

Surabaya (beritajatim.com) - Masyarakat di Kota Surabaya diajak untuk cinta menanam di area pekarangan rumah. Salah satunya menanam tanaman cabe yang acapkali harganya di pasaran mendadak melambung tinggi. Ajakan cinta menanam cabe itu disuarakan lewat acara Surabaya Pedes yang digelar 15-17 April 2017.

Acara yang digagas oleh komunitas Bicara Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Kejaksaan Negeri Surabaya ini bertema “Nandur dan Sedekah Sejuta Bibit Cabai”. Sesuai dengan temanya, bibit cabai dibagikan kepada masyarakat agar mereka menanamnya di rumah.

“Untuk hari ini, pembagian bibit cabai dipusatkan di tiga tempat. Yakni di kawasan Taman Bungkul, Tugu Bambu Runcing dan prempatan Jalan Darmo. Selain itu juga dibagikan ke 31 kecamatan, sekolah dan Liponsos. Total ada satu juta bibit cabai yang dibagikan ke masyarakat,” ujar Khusnan, Ketua Panitia Surabaya Pedes ketika pembukaan acara ini di Taman Bungkul, Sabtu (15/4/2017).

Hadir dalam pembukaan acara Surabaya Pedes tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M.Iqbal, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Ratih Retnowati, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto, Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto, Kadinsos Kota Surabaya Supomo dan Ketua BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti.

Kapolrestabes Surabaya, M Iqbal mengatakan, ikut bangga dengan gelaran acara Surabaya Pedes. Sebab, di era modern yang diikuti oleh tingginya egoism, masih ada komunitas yang peduli untuk mendorong warga agar bersama-sama memperhatikan kebutuhan dasar, yakni pertanian. “Jadi ini bukan hanya karena cabai harga nya tinggi. Tapi ini juga momentum untuk kita mengajak warga Surabaya memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam kembali. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Mudah-mudahan acara ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujar nya.

Apresiasi positif juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Ratih Retnowati yang menyebut acara Surabaya Pedes ini selaras dengan kondisi Surabaya yang selama ini terkenal dengan kehijauannya dan identik dengan tanaman. Terlebih untuk cabai, sambung Ratih, sudah pasti akan sangat berguna bagi ibu rumah tangga. “Acara ini bagus. Idenya orisinal dan patut diacungi jempol. Saya pikir kegiatan ini akan diikuti kota-kota lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ratih, sudah seharusnya elemen masyarakat bergerak bersama untuk menghijaukan Surabaya. Salah satunya dengan menanam cabai di pekarangan rumah. “Jadi ini bukan hanya tugasnya Pemkot, tetapi juga masyarakat harus ikut serta. Kami di dewan sangat support,” imbuh Ratih.

Setelah pembukaan, jajaran forum pimpinan daerah Kota Surabaya bersama dengan elemen masyarakat, lalu bersama-sama membagikan bibit cabai kepada masyarakat/pengguna jalan yang melintas di Jalan Darmo. Bahkan, Kapolrestabes sempat masuk ke bus kota untuk membabgikan bibit cabai kepada penumpang bus. Respons senang tergambar di wajah warga ketika menerima bibit cabai tersebut

Selain membagikan bibit, juga ada brosur bertuliskan imbauan langkah-langkah menanam cabai dengan benar. Yakni langkah pertama menyemai 1-2 benih pada media tray/polibag, langkah kedua menanam bibit setelah berdaun pada pot atau di media tanah. Kemudian menyiram sesuai kondisi media dan pemupukan NPK setiap 7-10 hari. Lantas, cabai siap dipanen setelah fase tersebut, tergantung jenis cabainya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser mengapresiasi positif gelaran acara Surabaya Pedes ini. Sebab, melalui acara ini, masyarakat Surabaya diajak untuk memanfaatkan lahan di rumah dengan menanam cabai. "Besok juga masih ada pembagian bibit cabai di car free day Jalan Tunjungan. Dan Senin di Jalan Irian Barat sekaligus rencananya acara ini ditutup oleh ibu wali kota,” jelasnya.

Dikatakan Fikser, ada banyak manfaat yang bisa dirasakan warga dengan menanam cabai di lahan di rumah. Terlebih bila kemudian diikuti dengan menanam sayur-sayuran yang lain. Dia mencontohkan, semisal ketika harga cabai tengah naik, warga tidak akan terlalu berpengaruh karena bisa memanen cabai di halaman rumah. “Dengan begitu, warga juga bisa lebih berhemat karena tinggal mengambil di halaman rumah. Menanam juga bisa menjadi hiburan agar tidak stress,” pungkas Fikser.[rif/ted]

Tag : lombok, cabe

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup