Umat Hindu di Banyuwangi Gelar Ngaben Masal

Kamis, 04 Agustus 2016 21:25:01
Reporter : Rindi Suwito
Umat Hindu di Banyuwangi Gelar Ngaben Masal

Banyuwangi (beritajatim.com) - Ratusan umat Hindu di Banyuwangi berkumpul di Setra Punden Mbah Kopek (Makam) Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Mereka melaksanakan upacara sakral 'Ngentas-entas' atau 'Ngaben' secara masal.

"Kali ini jumlah arwah yang dilakukan 'Ngaben' masal ini sebanyak 211 jiwa. Ini dari 43 kepala keluarga yang berasal dari berbagai daerah di Banyuwangi," kata Untung Wijoyo, Ketua Panitia Ngaben Masal.

Dalam ajaran Hindu, acara tersebut juga dimaksudkan sebagai bagian dari pemanggilan jiwa anggota keluarga yang telah lama mati untuk disucikan dan selanjutnya di 'stanakan' atau ditempatkan pada tempat yang mulia.

Upacara ini berbeda dengan acara 'Ngaben' pada umumnya, karena tidak melakukan kremasi atau pembakaran jasad manusia yang telah mati. Tapi ritual ini hanya dilakukan bagi anggota keluarga yang telah mati dan telah dimakamkan.

"Tapi bukan pula dengan cara menggali kubur keluarga tersebut, ini hanya dilakukan pemanggilan jiwa para anggota keluarga yang telah mati tersebut melalui perantara bunga, untuk disucikan bersama," Jelas Untung.

Mula-mula, para umat Hindu dipimpin oleh Manggala Upacara menggelar upacara memanggil arwah keluarga. Lengkap dengan sesaji dan ubo rampe yang dipersiapkan mereka berjajar di samping makam keluarga untuk melakukan doa bersama pemanggilan Arwah atau Jiwa Atman.

"Nanti setelah upacara ini, jiwa yang telah disucikan Atman akan dimasukan dalam sebuah tempat, kemudian di arak," katanya

Pengarakan jiwa ini dinamakan 'Nuntun Bathara', mulai dari Setra Punden menuju ke Candi Luhur Moksa Jati Dalem Puri Blambangan, Desa Kumendung, Muncar. Sesampainya di candi suci tersebut, para Atman akan dilakukan upacara kembali yang dinamakan 'Ngelinggih' atau menempatkan arwah dari tempat yang rendah di kedudukan yang lebih tinggi.

"Artinya umat hindu atau keluarga membantu mendoakan agar arwah yang memiliki riwayat jahat dapat mendapat pengampunan dan mendapat tempat yang mulia di sisi para dewa," jelasnya.

Menurutnya, upacara Ngentas-entas dipilih para umat Hindu karena dinilai lebih ekonomis dari segi biaya. Hal ini jelas berbeda jika mereka melakukan cara upacara Ngaben sendiri.

"Kalau Ngaben dilaksanakan sendiri bisa menghabiskan puluhan juta, tapi di sini keluarga hanya mengeluarkan biaya Rp 300 ribu per kepela keluarga. Hari pelaksanaan tergantung keluarga yang meminta," ujarnya.

Upacara 'Ngaben' masal ini secara langsung dipimpin oleh Manggala Ageng Wijoyo Buntoro, dari Larangan Sidoarjo, dibantu dua orang Resi, Hasto Dharma dan Resi Rahmadi Dharma dari Batu, Malang.

Acara juga dihadiri oleh sejumlah pejabat baik dari pemuka agama Hindu dan Muspika Kecamatan Muncar. Di antaranya, Suminto Ketua PHDI Banyuwangi, dan Kapolsek Muncar Kompol Dwi Agus Jatmiko. (rin/kun)

Tag : hindu, banyuwangi

Berita Terkait

Kanal Gaya Hidup