Home   •  Peristiwa   •  Politik & Pemerintahan   •  Hukum & Kriminal   •  Ekonomi   •  Olahraga   •  Gaya Hidup   •  Pendidikan & Kesehatan   •  Teknologi   •  Indeks

Festival Jharan Kencak di Lumajang Berlangsung Meriah

Minggu, 01 Desember 2013 19:06:31
Reporter : Harry Purwanto

Festival Jharan Kencak di Lumajang Berlangsung Meriah

Lumajang (beritajatim.com) - Festival Jaran kecak se Indonesia menyemarakan hari jadi Lumajang ke 758 yang digelar di Alun-alun Utara Lumajang sampai Stadion Semeru Lumajang, Minggu (01/12/2013), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Lumajang dan luar kota Tumplek Blek di jalan-jalan Protokol di Kota Pisang itu.

Pengamatan beritajatim.com, sekitar 200 kelompok Kesenian Jharan Kencak adu keterampilan dalam hal musik dan menarikan si kuda yang di hias. Bahkan, sang penuntun jharan kencak tak mau kalah dengan atraksi tari kopyah hitam di kepalanya.

Bahkan, yang membuat decak kagum penonton antraksi jharan kencak dengan penuntunnya yang disebut penari kopyah. Kelihaian memainkan kopyah di kepalanya yang nyaris jatuh dan kembali ke posisi sempurna makin tepuk tangan riuh penonton mengema.

Festival jharan kencak dihadiri Sejumlah pejabat pimpinan daerah, seperti Bupati Sjahrazad Masdar, Wakil Bupati As'at Malik, Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan Negeri dan Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang. Jharan kencak langsung dilepaskan oleh Bupati sjahrazad Masdar di depan kantor Bupati Lumajang.

"Jharan kencak merupakan khas seni asli Lumajang dan bisa menjadi icon budaya Lumajang yang bisa menasional, bahkan mendunia." Ungkapnya.

Lanjut dia, di samping itu, akan menjadi tontonan yang sangat menghibur bagi masyarakat Lumajang. kesenian asli Lumajang ini, akan membangkitkan rasa bangga dan kecintaan di hati masyarakat. "Mari kita lindungi dan lestarikan," paparnya.

Sementara itu, Pembina Paguyuban Jharan Kencak Lumajang, A'ak Abdullah Al-Kudus, mengatakan sebanyak 200 ekor kuda yang terlatih akan melakukan atraksi kuda yang cukup menarik dengan menggunakan pakaian terbaik yang dimiliki oleh para seniman yang diiringi oleh tabuhan gamelan dan penari. Sedangkan tarian Kopyah merupakan tarian kuda yang di lakukan pawangnya.

"Festival Jharan Kencak ini, sebagai ajang silaturahmi dan melestarikan kebudayaan lama yang masih bertahan di tengah hiburan modern," ujarnya. [har/kun]

Home   •  Peristiwa   •  Politik & Pemerintahan   •  Hukum & Kriminal   •  Ekonomi   •  Olahraga   •  Gaya Hidup   •  Pendidikan & Kesehatan   •  Teknologi   •  Indeks