Persoalan Berat Muncul Setelah Pembangunan Pasar Selesai

Kamis, 03 Januari 2019 15:52:31
Reporter : Oryza A. Wirawan
Persoalan Berat Muncul Setelah Pembangunan Pasar Selesai

Jember (beritajatim.com) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember Anas Maruf percaya diri pembangunan sejumlah pasar akan selesai tahun ini. Dia menilai, persoalan berat justru muncul setelah pembangunan pasar selesai.

\r\n

\"Permasalahan yang paling berat bukan saat mau dibangun. Justru ketika pasar sudah bagus, mulai tanda-tanda perebutan untuk menempati posisi berdagang yang strategis atau pedagang lama yang tak berjualan kini ingin berjualan,\" kata Anas.

\r\n

Disperindag Jember tetap akan berpegang pada data awal kepemilikan surat izin berdagang.\"Kami sesuai komitmen awal: kami tidak menerima pedagang baru. Memang melihat pasar yang sudah bagus, banyak orang ingin mendaftar untuk berjualan, sehingga muncul isu ada biaya pendaftaran Rp 500 ribu atau membayar Rp 3 juta agar bisa dapat los,\" kata Anas.

\r\n

Anas memastikan isu tersebut tak benar. \"Kami hanya akan menata pedagang yang sudah ada,\" katanya.

\r\n

Nantinya pedagang yang menempati pasar akan dikenakan retribusi sesuai luas lapak. \"Kami sudah bersepakat dengan pedagang, ada permintaan pedagang bahwa mereka mau direlokasi dengan syarat saat kembali (ke pasar yang selesai dibangun), tak ada pedagang baru,\" kata Anas.

\r\n

Saat ini dari 12 pasar yang dibangun kembali atau direnovasi dengan dana APBD Kabupaten Jember 2018, lima pasar sudah selesai dikerjakan. Tujuh pasar lainnya akan dilanjutkan awal tahun ini dan pembayaran pekerjaan akan dianggarkan dalam Perubahan APBD 2019. [wir]

Tag : pasar

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi