Satwa Nusantara Solusi Digital Warga Situbondo

Kamis, 20 Desember 2018 18:29:56
Reporter : Rindi Suwito
Satwa Nusantara Solusi Digital Warga Situbondo

Situbondo (beritajatim.com) - PT XL Axiata terus berkomitemen nyata mendukung upaya pengentasan desa tertinggal. Salah satunya dengan membangun solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan warga desa yang disasar. Terbaru, mereka membuat solusi inovatif berkonsep Farm Chain Management System (FCMS) “Satwa Nusantara” untuk warga Desa Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

Pemilihan lokasi ini, lantaran Desa Karang Tekok ini masuk kategori tertinggal sesuai data Kementerian Desa dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Republik Indonesia. Melalui langkah ini akan membantu para petani pemilik ternak di sini untuk memastikan ternak-ternak mereka, terutama sapi, bisa tercukupi pakan dan kondisi kesehatannya sepanjang tahun, termasuk di musim kemarau.

\"Sapi adalah aset utama warga, tapi selama ini mereka harus menghadapi persoalan saat musim kemarau, di mana pakan tidak mencukupi sehingga sapi kelaparan dan bobotnya menyusut drastic. Lalu, daripada mati, mereka menjualnya dengan harga sangat rendah. Padahal, sapi-sapi yang diternakkan warga adalah sapi dari jenis unggul yang punya potensi besar secara ekonomi untuk dikembangkan,\" kata Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya, Kamis (20/12/2018)

Solusi digital ini, kata Yessie, akan bisa memberikan data dan gambaran mengenai potensi ekonomi yang bisa didapatkan dari ternak sapi warga desa ke depan. Termasuk untuk memaksimalkan produktvitas komoditi pertanian dengan cara menata, memantau dan merencanakan rantai pengelolaan dari hulu ke hilir, dari mulai pemeliharaan, panen, pemasaran, bahkan hingga pengembangan produk dari ternak.

\"Untuk keperluan di Desa Karang Tekok ini, Satwa Nusantara baru difokuskan untuk pemeliharaan, yaitu mengatasi masalah pakan dan kesehatan ternak,\" ungkapnya.

Satwa Nusantara, kata Yessie, bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Jember dan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Desa Toyomarto, Singosari, Malang.harapkan ini mampu mengatasi  persoalan di desa tersebut.

\"Penerapan solusi ini akan mengubah pola pemeliharaan ternak yang selama ini sudah diterapkan. Jika sebelumnya sapi-sapi digembalakan di padang rumput terbuka untuk mendapatkan rumput hijau, kini sapi harus dikandangkan agar mudah dipantau kondisinya sekaligus mudah memberikan makan. Dengan demikian, ternak tidak hanya bisa diselamatkan dari ancaman kematian di setiap musim kemarau, namun juga bisa dikembangkan secara ekonomis sebagai komoditas,\" terangnya.

Lebih lanjut, melalui solusi Satwa Nusantara ini, para peternak, warga, termasuk aparat pemerinta terkait juga akan bisa memperoleh gambaran mengenai potensi dari ternak sapi ini yang bisa diolah dan dikembangkan skalanya. Sehingga, aktivitas ekonomi baru bisa dilahirkan, yang sekaligus akan memberikan nilai tambah ekonomi pada seluruh warga desa, dan pada akhirnya tujuan pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan bisa diwujudkan. [rin/but]

Tag : peternakan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi