Tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi 5,2 Persen

Kamis, 13 Desember 2018 17:26:46
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi 5,2 Persen

Malang (beritajatim.com) - Akhir tahun 2018 tinggal dua pekan lagi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun bakal mencapai angka 5,2 persen. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, dalam kunjungan kerja di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (13/12/2018) siang.

\"Tahun ini 5,2 rasanya akan dapat. Karena sampai kuartal tiga, kita pertumbuhannya sudah 5,17. Tinggal melangkah sedikit, jadi gampanglah,\" kata Darmin.

Menurut Darmin, pada kuartal empat nanti, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal lebih bagus. Ada beberapa faktor yang membuat Darmin cukup optimis menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal empat lebih bagus.

\"Apalagi biasanya kuartal empat itu pertumbuhannya bagus. Karena musim juga mulai hujan, tanaman bagus kan. Kita ini optimis pertumbuhan sesuai target, tahun depan juga,\" sambungnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu sedikit memberikan bocoran untuk target pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Darmin mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun depan ditarget dapat mencapai angka 5,3 persen.

\"Tahun depan kita targetnya 5,3 persen pertumbuhan,\" terangnya.

Selain pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mengalami peningkatan, namun angka inflasi di Indonesia juga diharapkan dapat ditekan.

\"Bukan hanya pertumbuhan lah, kita, harga-harga juga stabil. Inflasi kita hanya 3 persen sampai 3,5 persen. Dulu itu, inflasi kita pasti dobel digit, pasti belasan persen,\" ucap Darmin.

Darmin melanjutkan, tak terkendalinya inflasi biasanya karena dari sektor pangan yang sulit dikontrol. Namun saat ini, hal tersebut tidak terjadi hingga angka inflasi masih dapat ditekan.

\"Kalau tidak terkendali biasanya dari pangan, nomor satu. Tapi sekarang, berarti terkendali, makanya angkanya 3 persen,\" pungkasnya. [yog/but]

Tag : ekonomi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi