Melanggengkan Bisnis Keluarga Hingga Jadi Besar Ini Solusinya

Kamis, 06 Desember 2018 13:32:25
Reporter : Renni Susilawati
Melanggengkan Bisnis Keluarga Hingga Jadi Besar Ini Solusinya

Surabaya (beritajatim.com) - Membangun bisnis hingga menjadi besar dan beromset triliunan bukanlah hal yang mudah.

Namun mewarisi bisnis yang besar kepada generasi kedua dan ketiga justru jauh lebih sulit lagi. Sebab jika intrik internal keluarga akan mempengaruhi lajunya perusahaan.

"Memang sulit untuk membesarkan perusahaan. Tetapi lebih sulit lagi menciptakan harmoni yang baik antar pewaris perusahaan. Karena generasi kedua bahkan ketiga akan memiliki banyak latar belakang dan kepentingan yang berbeda," ungkap Ronny H Mustamu, Dosen Strategis Manajemen in Family Business Universitas Petra, dalam seminar Keberlangsungan Bisnis Keluarga dengan tema "Menjaga Harmoni Bussiness Demand Dan Family Expaction di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Dalam seminar yang digelar oleh Magnet Solusi Integra (MSI) ini, Ronny menjelaskan berbagai kemungkinan konflik yang akan timbul karena perbedaan latar belakang anak-anak bahkan cucu-cucu penerus perusahaan.

Tak jarang konflik meruncing yang berujung pada hancurnya perusahaan bahkan ada saudara kandung yang sampai bersidang di Pengadilan.

"Untuk itu sebelum usaha atau perusahaan menjadi besar, maka penataan manajemen dan penentuan penerus selanjutnya harus di atur sejak dini. Sekarang mungkin perusahaan Anda masih kecil, tetapi saat omsetnya sudah triliun akan ada perebutan harta dan yang lainnya," beber Ronny.

Ronny menyebutkan pemilik perusahaan harus menyiapkan anaknya sejak dini untuk menjadi penerus. Sebab untuk menjadi penerus yang handal, generasi kedua butuh waktu 15 tahun.

Dimana 5 tahun pertama mereka akan bekerja dengan banyak kesalahan fatal. 5 tahun kedua sang penerus mulai memahami bisnis dan mulai jeli dalam pengambilan keputusan dan 5 tahun berikutnya, mereka akan berupa agar perusahaan orangtuanya maju dan membuat perubahan.

"Melihat rentang waktu yang tak panjang ini, pemilik perusahaan keluarga memang harus berjuang keras menyiapkan generasi penggantinya nanti," kupas Ronny.

Sedangkan Rodolfo C Balmater Bsc CPA MM, Fasilitator Family Business Network, mengharapkan para pemilik perusahaan tidak langsung memberikan kendali penuh pada anak-anak mereka. Jangan berikan perusahaan pada anak yang baru lulus sebab perusahaan bukan laboratorium untuk coba-coba mereka.

"Apalagi jika anak-anak penerus ini lulusan luar negeri seperti Amerika, Jepang dan lainnya. Saat lulus mereka akan punya pola pikir seperti negara tempat mereka menuntut ilmu dan itu banyak bertentangan dengan nilai lokal Indonesia. Langkah terbaiknya adalah membiarkan mereka bekerja minimal 3 tahun di tempat lain atau memberi modal untuk memulai bisnis baru. Dengan begitu mereka bisa kembali mengikuti ritme dunia bisnis di Tanah Air dan lebih siap untuk masuk perusahaan orangtuanya," jelas Rodolfo.

Sedangkan Sugiat, yang pernah menjadi pemimpin di Pabrik Gula Candi dan PT Wisma Mukti berpesan yang diperlukan bagi penerus perusahaan adalah ketepatan dan kecepatan mengambil keputusan. Sebab kecepatan mengambil keputusan seorang pemimpin akan membuat perusahaan menjadi lebih dinamis.

"Dengan begitu perusahaan akan lebih cepat maju karena bawahannya tidak menunggu lama untuk melakukan inovasi dan yang lainnya," tandasnya.[rea/ted]

Tag : bisnis

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi