China vs AS, Sapi dan Sayuran Indonesia Berpeluang Tembus Pasar

Kamis, 22 Nopember 2018 19:14:26
Reporter : Oryza A. Wirawan
China vs AS, Sapi dan Sayuran Indonesia Berpeluang Tembus Pasar

Jember (beritajatim.com) - Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan perlunya berswasembada pangan, terutama untuk daging dan sayuran di Indonesia. Kuncinya adalah indukan dengan kualitas yang terus ditingkatkan.

Hal ini dikemukakan Khofifah, saat berkunjung ke City Forest milik pengusaha pertanian dan peternakan Arum Sabil di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (22/11/2018). "Saya pernah keliling di ranch Sydney sampai Canberra, Australia," katanya.

Dari sana Khofifah belajar, bahwa indukan sapi di Australia benbar-benar disiapkan di tempat khusus. "Mungkin itu yang perlu kita siapkan lebih fokus, lebih serius, supaya sapi-sapi yang diternak rakyat semakin meningkat kualitasnya, baik sapi potong maupun sapi perah," katanya.

Dalam urusan penguatan ketahanan pangan dan swasembada, Khofifah menilai, Jember memiliki potensi dalam komoditas sayuran. "Kemarin saya lihat poroduksi frozen vegetables. Ini peluang pasar dunia yang luar biasa. Saat terjadi trade war antara China dan Amerika, misalnya, rupanya banyak yang memberikan opsi untuk mengambil frozen vegetables dari Indonesia. Dengan kualifikasi yang sangat rigid, dan ingredient yang memang menjadi persyaratan negara-negara tujuan," katanya.

Menurut Khofifah, kualifikasi mutu negara tujuan harus dipenuhi. "Saya kemarin sudah menyaksikan bagaimana sebuah pabrik frosen vegetables, tak hanya edamame, tapi juga bunci dan kentang, masuk ke pangsa pasar tak hanya Jepang, tapi juga Eropa dan Amerika. Mari kita manfaatkan peluang-peluang pasar ini. Mudah-mudahan ada continuity dari market yang sekarang mengambil jenis-jenis frozen vegetables dari Indonesia. (Mudah-mudahan) bisa kita jaga, kita tingkatkan pangsa pasar yang menurut saya akan menjadi bagian strategis yang bisa dikembangkan petani dan pengusaha olahan di Jember," katanya. [wir/but]

Tag : pangan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi