Stop Salurkan Rastra, Bulog Ponorogo Konsentrasi Stabilisasi Harga

Rabu, 10 Oktober 2018 22:28:21
Reporter : D. Istimora
Stop Salurkan Rastra, Bulog Ponorogo Konsentrasi Stabilisasi Harga

Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sibdivre 13 Ponorogo akan berkonsentrasi pada stabilisasi harga pangan utamanya beras setelah pada Oktober ini program rastra atau beras sejahtera untuk warga kurang mampu dihentikan.  

Wakil kepala Bulog Subdivre 13 Ponorogo Budi Andita mengatakan, program rastra untuk warga kurang mampu di Ponorogo dan Magetan otomatis harus berhenti karena digantikan dengan program Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT. Penyaluran rastra paling akhir pada September lalu.

"Setelah tidak menyalurkan rastra maka kami berkonsentrasi di program stabilisasi harga. Selain itu juga siap untuk move (menggeser) beras ke luar kota. Namun jika ada yang menginginkan beras dari bulog, kami tetap siap melayani," ungkapnya, Rabu (10/10/2018).

Gerakan stabilisasi harga dan move ke luar kota sudah lama dijalankan oleh Bulog Ponorogo. Untuk move ke luar Ponorogo yang sering dilakukan antara lain pengiriman ke Sumatera dan Irian Barat.

Budi menambahkan, untuk wilayah Bulog Subdivre 13 tidak semua rastra dihentikan. Khusus di Kabupaten Pacitan Rastra tetap berlangsung hingga Desemeber 2018 mendatang.

Diterangkannya, untuk keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT akan tetap mendapatkan beras tetapi tidak lagi secara langsung didrop oleh Bulog. Beras dan telur bisa didapatkan dari RPK (Rumah Pangan Kita) yang tidak harus dibeli dari Bulog.

BPNT adalah bantuan dari pemerintah pusat untuk keluarga miskin yang berupa transfer dana langsung dari pemerintah pusat ke rekening KPM. Tiap KPM akan mendapatkan dana sebesar Rp 110 ribu per bulan. Rencananya dana ini diterimakan dua bulan sekali. Pencairan BPNT dalam bentuk barang ini bisa dilakukan pada tanggal 25 tiap bulannya.

KPM tidak bisa mencairkan dalam bentuk uang atau dana segar. Mereka mendapatkan kartu yang mirip ATM yang nantinya digesek ke alat tertentu dengan tujuan berbelanja. Jenis barangnya adalah beras dan telur.

Soal jumlah beras dan telur yang bisa dibeli adalah sebesar dana yang ada dalam kartu. Saldonya juga boleh tidak dihabiskan dan akan terakumulasi dalam rekening masing-masing KPM. [dil/suf]

Tag : bulog

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi