Dua Jenderal Akui Banyuwangi Luar Biasa

Rabu, 10 Oktober 2018 13:19:00
Reporter : Rindi Suwito
Dua Jenderal Akui Banyuwangi Luar Biasa

Banyuwangi (beritajatim.com) - Momen IMF World Bank di Bali membuat seluruh lapisan tertuju peda pertemuan akbar itu. Satu hal yang paling disorot yakni mengenai keamanan dan kesiapsiagaan wilayah.

Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian itu. Bersamaan pada momen ini, berbagai penjuru menjadi pusat pengamanan ekstra.

Sebut saja pengamanan darat, TNI dan Polri bahu saling membahu menjaga kedaulatan keamanan wilayah di Kota Gandrung ini. Mereka tampak kompak dan sinergi satu sama lain dalam mendukung keamanan.

Tak terkecuali, pada objek vital lain yang menjadi titik fokus pada hajat pengamanan ini. Di antaranya, Bandara Banyuwangi, Pelabuhan ASDP Ketapang, Stasiun Banyuwangi Baru maupun destinasi wisatanya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan, sinergitas antara dua kekuatan TNI dan Polri membuat Banyuwangi makin maju. Pihaknya berharap, kedekatan serta kekompakan ini sedianya dapat terjalin secara berkelanjutan.

"Kekompakan dan kebersamaan TNI-Polri di Jawa Timur ini dapat terus terjaga, tidak hanya siaga dalam rangka kesiapan pengamanan IMF World Bank di Bali saja. Lihat seperti di Banyuwangi ini,"

"Banyuwangi Luar biasa, bantuan dan dukungan Polres dan Kodim Banyuwangi terbukti mampu menggerakkan ekonomi warga. Diharapkan sinergitas ini terus meningkat, sehingga Banyuwangi menjadi Kabupaten termaju tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di Indonesia," ungkapnya saat memimpin apel di Mapolres Banyuwangi, Rabu (10/10/2018).

Mayjen TNI Arif Rahman menyebut, kesiapsiagaan dan menjaga keamanan juga perlu dilanjutkan. Mengingat saat ini telah memasuki masa tahapan Pemilu 2019.

"Kita ada Operasi Mantap Brata untuk menghadapi pesta demokrasi yang akan dimulai April 2019. Baik Pemilu presiden maupun Pemilu legislatif," terangnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur, Irjenpol Luki Hermawan, sinergitas pengamanan antara TNI dan Polri sudah nampak sejak Pemilukada Jawa Timur, termasuk di Banyuwangi. Bahkan, TNI-Polri juga terlibat dalam berbagai kesempatan, termasuk selama digelarnya Event Banyuwangi Festival.

"Sinergitas TNI dan Polri di Banyuwangi dirasakan oleh masyarakat. Sekali lagi, kami Polri akan netral untuk mengamankan Jawa Timur, dan memerintahkan Polres untuk tetap melakukan kegiatan hal yang sama," terang Kapolda.

Kapolda juga menyebut, perkembangan di wilayah Banyuwangi saat ini begitu pesat. Bahkan, moda transportasi di Bumi Blambangan ini terbilang lengkap.

"Sekarang sudah ada pelabuhan udara, pelabuhan laut, bahkan stasiun juga ada," katanya.

Apalagi, lanjut Kapolda, Banyuwangi memiliki banyak destinasi wisata yang mendunia. Artinya, dunia luar sudah tahu akan keunggulan daerah ini. Sehingga, tugas bersama untuk menjaganya.

"Aparat harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Khususnya bagi Banyuwangi baik pada warga, maupun tamu bagi negara asing," jelasnya.

Khusus pengamanan IMF World Bank, Kapolda menyebut, akan ada pengamanan di setiap destinasi wisata di Banyuwangi.

"Nanti ada tamu akan melihat ijen, di area itu kita akan tempatkan personel pengamanan. Di Laut ada KRI milik TNI AL dan Polairud yang siap memback up pengamanan. Kemudian, bandara akan menjadi tempat transit bagi tamu. Di sana juga ada pesawat milik TNI AU. Kami akan pastikan Banyuwangi aman," pungkasnya.

Bukti kekompakan itu tercermin saat usai apel pagi, kedua jenderal diangkat oleh sejumlah personel masing-masing. Bedanya, Pangdam V Brawijaya diangkat oleh personel Polri, sebaliknya Kapolda Jatim diangkat oleh anggota Polri. [rin/but]

Tag : imf

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi