Logistik di Surabaya Meningkat Tajam

Rabu, 26 September 2018 19:18:53
Reporter : Renni Susilawati
Logistik di Surabaya Meningkat Tajam

Surabaya (beritajatim.com) - Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selalu lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, seperti 2017 lalu pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,45 persen sedangkan nasional hanya tumbuh 5,07 persen.

Bahkan saat semester pertama tahun ini Jatim mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 5,52 persen sedangkan nasionalbaru 5,17 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang selalu bagus ini berdampak juga pada pesatnya berbagai macam bisnis, mulai dari bisnis pangan hingga sandang serta kebutuhan lainnya.

Pesatnya arus keluar masuknya barang di Jatim pun membawa pengaruh yang menguntungkan bagi usaha logistik di Kota Surabaya yang merupakan pusat perdagangan di Jatim.

Apalagi Surabaya juga memiliki pelabuhan terbesar di Jatim, yakni Tanjung Perak. Keberadaan pelabuhan besar di Surabaya ini juga membuat bisnis logistik terus bertumbuh.

Dra Nanis Chairani MM, Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Surabaya menyebutkan pertumbuhan bisnis logistik dalam negeri tahun ini mengalami peningkatan yang cukup besar dari target Rp 41 triliun, kini sudah mencapai Rp 44 triliun.
Angka ini akan terus berkembang jika pemerintah dan penyedia jasa layanan kepelabuhan memberikan fasilitas dan infrastruktur yang menunjang.

"Pengusaha logistik menginginkan infrastruktur jalan yang menunjang hingga ketersedian depo logistik yang nyaman dan memadai. Bahkan beberapa pengusaha menginginkan kami segera membuat sistem jaringan logistik daerah, dan untuk hal ini kami memang belum punya dan nanti kami akan belajar ke Pemrov Jatim yang sudah memilikinya," beber Nanis, saat kegiatan Temu Pengusaha Logistik yang mengangkat tema "Mewujudkan Surabaya Kota Perdagangan dan Jasa berkelas Dunia: Mengembangkan Konektivitas Sistem Jaringan Tarsnportasi Logistik Yang Efektif dan Efesien" di Kantor Cabang Pelindo III, Tanjung Perak, Rabu (26/9/2018). 
 
Masih banyaknya kendala dilapangan membuat Nanis sebagai perwakilan Pemkot Surabaya mempertemukan pengusaha dan stakeholder terkait agar dapat duduk bersama dan mampu membuat jaringan transportasi logistik yang lebih efektif dan mampu membantu percepatan arus barang dari luar maupun dalam Kota Surabaya.

Hal yang sama juga diamini oleh Kasi Distribusi dan Logistik Disperindag Pemprov Jatim, Henri Ferdinand Sahulata,yang mengaku saat ini Jatim sudah memiliki kerjasama dengan 26 provinsi di Indonesia dan sudah terikat dalam jaringan perdagangan antar pulau.
Perdagangan antar pulau Jatim yang terbesar adalah penjualan barang kebutuhan pokok ke Sulawesi dan Papua dan semua itu membutuhkan jasa logistik yang handal.

"Hampir 60 pesen lebih perdagangan antar pulau yang kami lakukan itu ada di Indonesia Timur. Dan salah satu faktor penunjang terbesarnya adalah jasa logistik," tandasnya.[rea/ted]

Tag : logistik

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi