Kunci Kelompok Ekonomi Kreatif adalah Berjejaring

Selasa, 25 September 2018 14:52:57
Reporter : Tulus Adarrma
Kunci Kelompok Ekonomi Kreatif adalah Berjejaring

Bojonegoro (beritajatim.com) - Kelompok ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Bojonegoro mulai berkembang. Sebagai upaya untuk menopang perkembangan di sektor industri kreatif ini beberapa yang menjadi kunci salah satunya berjejaring dan berkolaborasi, Selasa (25/9/2018).

Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada Kamis, (27/9/2018) memulai program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf - Tempo Institute” atau Kombet Kreatif selama tiga hari ke depan di Bojonegoro, Jawa Timur.

Setidaknya ada 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif yang terpilih hadir menjadi peserta di Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Sukorejo, Bojonegoro.

Program ini bertujuan mempererat jejaring komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Setiap kota, setiap kabupaten, memiliki kekayaan potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas.

Bojonegoro sangat kuat memiliki potensi di bidang kerajinan seperti batik Jonegaran, wayang, dan gerabah.

Komunitas kreatif perlu berjejaring, berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi kreatif. "Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejaring kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional," kata Endah Wahyu, Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf.

Program ini menghadirkan kreator inspiratif, ahli pemasaran, dan pakar branding. Di Bojonegoro, akan ada Arief Ayip Budiman, atau biasa disapa Kang Ayip, pakar branding dan co founder Rumah Sanur. Rumah Sanur adalah pusat komunitas lokal, bisnis, wirausahawan sosial, pedagang, pemula, seniman, dan kreatif.

Komunitas ini menyatukan berbagai orang dan bisnis dengan keterampilan dan latar belakang yang berbeda, untuk menstimulasi ide dan membangun hubungan lintas sektor.
 
Selain Kang Ayip, ada Vincentius, Manager Tata Rupa. Tata Rupa adalah wadah para pelaku UMKM yang akan langsung dipertemukan dengan desainer dalam sebuah workshop terpadu yang bertujuan  untuk menghasilkan brand yang baru bagi UMKM.

"Para pelaku UMKM yang terkumpul di Tata Rupa sekarang lebih mengerti pentingnya branding dan desain dalam sebuah produk sehingga daya saing produk itu di pasar nasional dan internasional meningkat," ujarnya.

Dua pakar ini sejalan dengan misi yang dibangun Kombet Kreatif yakni lebih dari sekadar pertemuan komunitas. Rangkaian lawatan ini adalah sebuah upaya pendampingan komunitas untuk berkolaborasi dengan lebih baik.

Pada program Pendampingan Kombet Kreaatif ini juga akan diperkenalkan skill storytelling, penceritaan, yang sangat penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif yang akan disampaikan oleh Endri Kurniawati, redaktur senior Tempo dan penulis buku Kehidupan Kedua. Sebab, narasi yang memikat adalah sarana yang ampuh meningkatkan nilai tambah sebuah produk kreatif.

"Kisah yang kuat bisa membangun ikatan antara produk dan konsumen, yang membuat sebuah produk berbeda dengan produk lain yang serupa. Narasi yang bagus sangat dibutuhkan," kata Mardiyah Chamim, Direktur Eksekutif Tempo Institute.

Koordinator Lawatan 12 Kota - Kombet Kreatif Tatty Apriliyana menjelaskan, program ini adalah pemantik kolaborasi komunitas kreatif lokal supaya berjejaring lebih kuat. "Selanjutnya, kami berharap komunitas kreatif di Bojonegoro benar-benar tumbuh solid dan berjejaring kuat," ungkapnya.

Sementara, Bojonegoro menjadi kota ketujuh dari 12 kota yang didatangi program Kombet Kreatif. Pada sebelumnya, Kota Padang pada 27-29 September, selanjutnya diikuti oleh Surabaya, Karangasem, Kendari, Maumere, dan Malang. Setelah Bojonegoro, Pendampingan Kombet Kreatif akan berlanjut di Singkawang, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.

Sepanjang 2017, Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai Rp 852 triliun. Angka ini diyakini terus meningkat di tahun-tahun mendatang, sebuah perkembangan yang harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan menarasikan dan memasarkan produk bagi pelaku ekonomi kreatif. [lus/ted]

Tag : ekonomi, kreatif

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi