PR Besar PLN Jatim Menerangi Pulau Terpencil di Sumenep

Senin, 24 September 2018 15:08:27
Reporter : Renni Susilawati
PR  Besar PLN Jatim Menerangi Pulau Terpencil di Sumenep
Anak Di Pulau Terpencil Sumenep Harus Berbagi satu lampu pijar dengan ayahnya yang sedang bekerja

Jember (beritajatim.com) - Pasokan listrik di Jatim diyakini tak pernah kurang, sebab PLN Distribusi Jatim mengklaim surplus listrik hingga 1.500 Mega Watt. Namun suplus bukan berarti mampu menerangi semua penduduk di Jawa Timur.

PLN Distribusi Jatim masih punya Pekerjaan Rumah (PR) yang berat yakni menerangi semua pulau berpenghuni di Jatim. Sebab saat ini masih ada 22 desa di 9 pulau Sumenep Madura, yang belum teraliri listrik.

Bahkan di beberapa pulau yang belum teraliri listrik mereka harus membeli genset kecil agar malam ketika anak-anak mereka hendak belajar mengaji maupun mengerjakaan PR, masih ada penerangan dari lampu. Di pulau Sepanjang contohnya, anak-anak harus rela berbagi satu lampu pijar dengan ayahnya yang sedang bekerja memperbaiki jala untuk dini hari di bawa melaut. Lampu pijar itu sengaja di pasang di teras rumah mereka agar bisa dipakai bersama anggota keluar lainnya, sekaligus menjadi penerang jalan kecil di depan rumah mereka.
 
Menurut Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo, saat ini PLN Distribusi Jatim sudah sukses menerangi 8.501 desa di Jatim. Angka 22 desa itu terhitung kecil,namun komitmen PLN untuk memberikan akses yang sama untuk seluruh warga Indonesia membuat PLN berupaya keras untuk dapat mengaliri 22 desa itu listrik.

"Kami ingin semua desa di Jatim ini terang. Dengan begitu pemerataan dan nikmatnya terang bisa dinikmati diseluruh pelosok negeri ini. Maka target kami 2019 tak ada lagi desa yang gelap di Jatim ini, meskipun tinggal di pulau terpencil dan mereka tetap menjadi prioritas utama kami. Selama ini masyarakat di pulau mendapatkan penerangan listrik secara mandiri," beber Dwi Suryo.

Tak mudah memang. Untuk memasang kabel bawah laut seperti yang dilakukan PLN untuk mengaliri pulau Bali atau pulau Madura dibutuhkan investasi yang tak sedikit. Sedangkan secara bisnis dan jumlah penduduk yang tinggal di daerah pulau terpencil seperti Pagerungan Kecil - Sumenep tentu tidak menguntungkan dan terlalu banyak menghamburkan uang.

Satu-satunya cara adalah membuat pembangkit sederhana untuk 9 pulau terpencil itu yakni dengan tenaga motor genset. Dwi pun mengaku pihaknya sudah menghitung kebutuhan genset di 9 pulau tersebut. Sedikitnya setiap pulau membutuhkan 2 unit genset dengan investasi Rp 4 - 5 miliar per pulau.

"Saat ini kami sedang mencari lahan untuk meletakkan genset yang nanti akan kami pasang di 9 pulau itu," jelas Dwi.

Artinya untuk mengaliri listrik melalui motor genset PLN Distribusi Jatim pun sudah menganggarkan dana sekitar Rp 36 miliar hingga Rp 45 miliar. Saat 22 desa di 9 pulau ini sudah teraliri listrik maka Sumenep tak lagi menjadi wilayah paling tertinggal elektrifikasi listriknya.

"Sekarang ini elektrifikasi rasio Jatim masih 94,41 persen dan nanti saat semua pulailu terpencil ini terang benderang, maka Jatim akan benar-benar merdeka dari kegelapan. Semua anak bangsa di negeri ini dapat belajar di malam hari," tandasnya.

Menerangkan pulau terpencil, bagi PLN memang membutuhkan tenaga dan modal yang cukup besar. Namun keberlanjutan masa depan anak bangsa terutama dalam penunjang belajarnya juga jauh lebih besar. Penerangan yang baik, akan membantu mereka menjadi penerus yang mampu membanggakan negeri ini.[rea]

Tag : PLN, Jatim, Pulau Terpencil

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi