Ini Dampak Naiknya Dollar Bagi Pariwisata Banyuwangi

Kamis, 20 September 2018 09:36:08
Reporter : Rindi Suwito
Ini Dampak Naiknya Dollar Bagi Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan dampak melemahnya mata uang Rupiah atas Dollar Amerika berpengaruh positif bagi pariwisata di Bumi Blambangan. Anas menyebut, nilai tukar Rupiah yang hampir menyentuh angka Rp 15 ribu/ 1 USD membuat tingkat kunjungan wisatawan justru makin menggeliat.

"Dampak kenaikan Dollar bagi Banyuwangi justru membawa berkah bagi daerah ini. Karena tingkat kunjungan wisatawan makin bertambah banyak,"

"Orang ke Banyuwangi makin banyak, karena kebutuhan makin murah. Kita lihat banyak touris datang dan banyak dijumpai berkeliaran di tempat wisata maupun kota," ungkap Anas, Kamis (20/9/2018).

Kondisi ini, kata Anas, sekaligus menjadi kampanye bagi Banyuwangi untuk mengenalkan ragam destinasi wisatanya. "Semula kan mereka hanya tahu Gunug Ijen, sekarang rata-rata mereka sudah bermalam hingga beberapa hari. Dan mereka juga posting sehingga kini makin banyak mengundang teman-temannya untuk berkunjung ke Banyuwangi," ungkapnya.

Hal ini sebanding dengan data kunjungan wisatawan di Banyuwangi. Selama kurun waktu 5 tahun terakhir angkanya semakin meningkat.

"Sekarang peningkatan cukup segnifikan, dulu dari 600 ribu meningkat ke 4 juta, sekarang sudah mencapai 5,1 juta orang, untuk wisatawan domestik. Sementara wisatawan mancanegara, dulu sekitar 5000 orang, kini sudah tembus ke 99 ribu wisatawan," pungkasnya.

Pariwisata Banyuwangi yang terus bergeliat diharapkan mampu memperkuat daerah tersebut sebagai sentra ekonomi baru di kawasan timur Pulau Jawa. Terus mengalirnya kunjungan ke Banyuwangi, baik untuk berwisata secara umum maupun wisata MICE (meeting, incentive, conference, exhibition), membawa dampak positif ke ekonomi daerah. [rin/suf]

Tag : pariwisata

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi