Polemik Pengembangan Bandara Jember, Spanduk Bermunculan

Jum'at, 14 September 2018 13:57:04
Reporter : Oryza A. Wirawan
Polemik Pengembangan Bandara Jember, Spanduk Bermunculan

Jember (beritajatim.com) - Polemik pengembangan akses masuk Bandara Notohadinegoro di atas lahan hak guna usaha antara PT Perkebunan Nusantara 12 dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum tuntas. Kini bermunculan spanduk-spanduk dukungan terhadap pengembangan bandara dan tekanan terhadap PTPN 12 di sekitar lokasi tersebut 

Beberapa spanduk itu bertuliskan: 'Jangan Ingkari MOU Direksi PTPN XII, Angkasa Pura, Kemenhub dan Pemkab Jember'; Masyarakat Wirowongso Mendukung Pelebaran Jalan Menuju Bandara untuk Mewujudkan Bandara Notohadinegoro sebagai Embarkasi Haji; dan 'PTPN XII harus Mendukung Pengembangan Bandara Notohadinegoro'.

Bandara Notohadinegoro terletak di Dusun Renes, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung dan dibangun di atas 120 hektare lahan hak guna usaha (HGU) PTPN 12. Belakangan PTPN 12 sudah mengubah HGU itu menjadi hak pengelolaan lahan (HPL) sesuai kesepakatan dan bentuk dukungan terhadap pengembangan bandara.

Polemik terjadi setelah Pemkab Jember hendak membangun akses jalan di atas lahan HGU di luar 120 hektare yang telah terpakai tadi. Sesuai pertemuan 29 Agustus 2018 di Kantor Angkasa Pura II, Tangerang, Jawa Barat, direksi PTPN 12 meminta agar Bupati Faida melayangkan surat dan rencana induk (master plan) pengembangan bandara sebelum pembangunan akses dilakukan. Namun tanpa ada surat tersebut, Pemkab Jember melakukan pembangunan jalan tersebut dengan alasan sudah sesuai dengan nota kesepahaman 6 Juli 2018.

Kepala Desa Wirowongso Eni Hidayanti menyambut baik pembangunan akses jalan menuju bandara. "Pemerintah dan masyarakat Desa Wirowongso sangat mendukung. Kalau akses menuju bandara bagus dan nanti bertambah maju maka insya Allah yang mendapatkan keuntungan adalah yang terdekat dengan bandara, yakni masyarakat, pemerintah, dan wilayah Desa Wirowongso," katanya, Jumat (14/9/2018).

Namun Eni menegaskan sama sekali tak terlibat dalam aksi pemasangan spanduk yang marak di sekitar bandara. "Yang saya tahu, spanduk itu terpasang dan insya Allah saya kenal masyarakat Wirowongso, itu bukan dari masyarakat atau pemerintahan desa," katanya.

Eni mengatakan, tak ada sama sekali koordinasi dengan Pemerintah Desa Wirowongso soal pemasangan spanduk itu. "Saya tahunya setelah ada penghentian pekerjaan oleh PTPN 12 ke pihak CV (rekanan pembangunan akses jalan), insya Allah dua tiga hari kemudian, spanduk itu sudah terpasang pada pagi hari," katanya. 

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari PT Perkebunan 12 soal spanduk-spanduk tersebut. Direktur Operasional PTPN 12 Anis Febriantomo memilih tak berkomentar saat dihubungi Beritajatim.com.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Ratno Sembada Cahyadi juga mengaku tidak tahu-menahu soal spanduk-spanduk itu. "Kami tidak pernah membuat instruksi atau meminta dukungan kepada masyarakat atau kepada pihak-pihak lain. Bisa jadi inisiatif itu murni mereka," katanya. [wir]

Tag : bandara

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi