Banyak Sorotan, Dinas Cipta Karya Sidak Pasar Tumpang

Selasa, 11 September 2018 19:11:31
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Banyak Sorotan, Dinas Cipta Karya Sidak Pasar Tumpang

Malang (beritajatim.com) - Banyaknya sorotan terkait pembangunan pasar tumpang membuat Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), Kabupaten Malang langsung mengambil tindakan. DPKCPK melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Proyek pembangunan pasar Tumpang tahap VII, yang berada di Jalan Raya Tumpang, Selasa (11/9/2018).

Sidak dilakukan tim DPKCPK sebagai tindak lanjut atas laporan terkait dari beberapa pihak. Sidak yang dilakukan tanpa diketahui oleh pihak pelaksana, PPK, PPTK, konsultan pengawas dan pedagang pasar yang masih aktif melakukan aktifitas perdagangan. Saat tiba di lokasi proyek, Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat langsung mengecek dan memperhatikan kondisi pembangunan tersebut. Beberapa saat setelah melakukan sidak, barulah pihak pelaksana proyek itu dipanggil.
 
Pihaknya  melakukan sidak ini  untuk melihat proses pembangunan dan memastikan pemasangan jaring pengaman di lokasi pembangunan pasar Tumpang lantai II.

“Untuk ketentuan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan (K3) yang kemarin juga sempat mendapat perhatian dari beberapa pihak, itu juga perlu dipahami oleh pekerja, terutama tukang dan kulinya. Untuk yang lainnya, ini sudah bagus dan progressnya cukup cepat," ungkap Wahyu Hidayat.

Menurutnya, jaring pengaman (Polynet) yang kemarin sempat mendapat kritikan dari beberapa pihak, kini sudah terpasang. Belum terpasangnya jaring pengaman pada peoyek tersebut, lanjut Wahyu, dikarenakan konstruksinya yang belum memungkinkan.

"Pemasangan jaring pengaman pun juga memerlukan konstruksi yang kuat untuk pengaitnya," beber Wahyu.

Belum terpasangnya jaring pengaman pada pembangunan Pasar Tumpang saat itu, juga sempat dikeluhkan oleh seorang pedagang. Karena mereka khawatir adanya kemungkinan terjatuhnya material bangunan, mengingat pembangunan terletak di lantai 2. "Sekarang sudah terpasang jaring pengaman, semoga pedagang maupun pengunjung memperoleh kenyamanan," pungkasnya.

Seperti  diketahui, pembangunan pasar Tumpang tahap VII dikerjakan oleh PT. Prilla Handa Paramadina yang beralamat di Jalan Raya Belung RT 02, RW 04 Kecamatan Poncokusumo, dengan nilai penawaran Rp 6.646.390.000,- dari Pagu Rp 7 miliar, dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang 2018 pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang dengan jangka waktu 135 hari pengerjaan. [yog/but]

Tag : pasar tradisional

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi