PLN Area Kediri Gilir Pemadaman Listrik Karena Defisit Pasokan

Kamis, 06 September 2018 23:06:11
Reporter : Nanang Masyhari
PLN Area Kediri Gilir Pemadaman Listrik Karena Defisit Pasokan

Kediri (beritajatim.com) - Paska adanya pemadaman listrik secara massif, hingga kini kondisi pasokan listrik di Kediri dan sekitarnya belum penuh. Terkait hal ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kediri akan melakukan pemadaman di beberapa daerah, secara bergilir.

PLN meminta maaf terkait dengan pemadaman secara masif yang terjadi, pada Rabu (5/9/2018) kemarin, karena memang ada ganggunan baik distribusi listrik maupun pembangkitnya. Dari data yang ada, gangguan dari segi transmisi kerusakan berada pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 20 K-V dari Paiton Grati dan Paiton Kediri.

Begitu juga ada gangguan pembangkit Paiton yang berada di Pacitan. Praktis banyak daerah yang terjadi pemadaman. Usai insiden tersebut, Jawa Timur mengalami defisit pasokan listrik sebanyak 500 mega watt. Sehingga harus ditanggung ke beberapa daerah termasuk area Kediri kebagian 40 mega watt.

Asisten Manager Jaringan PLN APJ Kediri Aulia Kurniawan mengatakan, paska kerusakan belum semua pembangkit berfungsi optimal, sehingga  masih ada kekurangan pasokan. Terkait hal ini, pihaknya terpaksa harus menarik distribusi secara bergilir dan pihaknya juga mempertimbangkan kondisi di lapangan.

"Jika daerah yang sudah mati, tidak mungkin akan dipadamkan secara berturut-turut. Begitu juga beberapa kawasan objek vital juga jadi pertimbangan, seperti di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri karena banyak kantor pelayanan seperti Polres Kediri Kota dan Pemerintah Kota Kediri," jelasnya, Kamis (6/9/2018).

Sementara itu, daerah yang bakal mengalami giliran pemadaman diantaranya Rayon Blitar, Rayon Sutojayan, Rayon Wlingi dan Rayon Srengat. PLN berharap masyarakat tenang, karena pihaknya masih berkoordinasi menunggu hasil pembenahan pembangkit listrik yang kini masih dalam proses. [nng/suf]

Tag : pln

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi