Bongkar Muat Semua Komoditas Meningkat,

Pelindo III Raih Laba Rp 1,8 Triliun

Jum'at, 10 Agustus 2018 12:38:22
Reporter : Renni Susilawati
Pelindo III Raih Laba Rp 1,8 Triliun

Jakarta (beritajatim.com) - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III hingga Juli tahun 2018 telah mencatatkan laba usaha sebesar Rp 1,8 triliun.

Capaian diperoleh karena meningkatnya kinerja bongkar muat BUMN operator pelabuhan tersebut pada semua komoditas.

"Peningkatan bongkar muat mulai dari segmen peti kemas, barang non-peti kemas, dan LNG (liquified natural gas/gas alam cair). Serta juga karena meningkatnya total jumlah kunjungan kapal pada pelabuhan-pelabuhan yang dioperatori Pelindo III pada tujuh provinsi di Indonesia," kata CEO Pelindo III Ari Askhara, pada jumpa pers di Jakarta, Kamis (9/8).

Berdasarkan data Pelindo III, peningkatan bongkar muat peti kemas tumbuh 6 persen year on year (yoy) dari 2,23 juta boks atau setara 2,75 TEUs per Juli tahun 2017, menjadi 2,35 juta boks atau setara 2,92 juta TEUs per Juli tahun ini. "Pelayanan peti kemas menjadi kontributor tertinggi yang mencapai 60 persen dari total pendapatan perseroan. Pendapatan dari layanan peti kemas internasional berkontribusi Rp 2,2 triliun dan untuk yang domestik sebesar Rp 1,04 triliun," paparnya.

Berikutnya pada bongkar muat barang dalam satuan meter kubik juga meningkat dari 1,33 juta meter kubik per Juli 2017 menjadi 1,75 juta meter kubik pada periode yang sama atau meningkat 32 persen yoy. Peningkatan didapat dari adanya barang-barang project cargo, komoditas kayu masak dan kayu lapis, serta alat-alat berat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. Peningkatan signifikan tercatat pada bongkar muat komoditas LNG dari 3,89 juta MMBTU per Juli tahun 2017 menjadi 5,51 juta MMBTU atau melonjak 42% yoy. Peningkatan tersebut membuat Pelindo III siap berekspansi menggarap pasar layanan bongkar muat energi.

"Pelindo III berekspansi mengoperasikan tank farm di Pelabuhan Benoa Bali, Tanjung Perak Surabaya, dan Tanjung Emas Semarang. Melalui lini usaha Pelindo Energi Logistik (PEL) melakukan sinergi BUMN dengan PP Energi sebagai kerja bersama menekan biaya logistik distribusi energi nasional, terutama yang ramah lingkungan seperti LNG," tambah Ari Askhara.

Sementara itu Operation and Commercial Director, Mohammad Iqbal, mengungkapkan bahwa meski kunjungan kapal yang tercatat 23.307 unit per Juli tahun ini hanya tumbuh tipis 1 persen yoy. Namun seiring tren ukuran kapal yang semakin besar, secara bobot total kapal yang sandar meningkat hingga 14 persen yoy atau dari 86,6 juta groston per Juli tahun 2017 menjadi hingga 98,3 juta groston pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Inovasi Logistik

Tren peningkatan ukuran kapal sekaligus menjadi tantangan bagi operator terminal untuk meningkatkan produktivitas kinerja dengan melakukan berbagai inovasi. Misalnya tim IT Pelindo III yang membuat aplikasi Home Terminal Service untuk menjadi aplikasi pertama di sektor kepelabuhanan yang mampu melayani vessel service, port activities, logistics, dan container management dalam one touch service.

"Jadi yang dijalankan oleh Pelindo III bukan monopoli bisnis, tapi justru mengakomodir integrasi berbagai layanan dari sejumlah pihak melalui inovasi teknologi. Jadi kompetisi dilakukan dengan berusaha memberikan solusi melalui simplifikasi proses bisnis, sebagai bagian dari pelayanan untuk mempermudah kebutuhan pengguna jasa," tambahnya.

Mohammad Iqbal juga memberikan contoh lain inovasi yang dilakukan Pelindo III, yakni MiniCon (mini container). Peti kemas mini tersebut berukuran sekitar sepertiga lebih kecil. Sehingga 3 MiniCon dapat dimuat sekaligus ke dalam 1 peti kemas ukuran 20 TEUs. Ide membuat MiniCon muncul sebagai solusi logistik untuk permasalahan real di lapangan. "Dengan MiniCon biaya akan lebih efisien, karena MiniCon dalam peti kemas dapat dibongkar langsung di distribution center untuk langsung diangkut ke truk. Sehingga biaya pekerja dan handling di gudang lokal dapat dihilangkan. Proses distribusi pun lebih cepat 2-3 hari," jelasnya.

Pelindo III juga akan mengakuisisi dengan pembelian workshop PT Semen Indonesia Logistik (SILOG) oleh cucu usaha Pelindo III PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) dengan investasi sebesar Rp 50 miliar.

Akuisisi workshop seluas 7.768 meter persegi sekaligus peralatan kerja milik PT Semen Indonesia Logistik (SILOG). Sehingga Pelindo III dapat melengkapi layanan BIMA di bidang perawatan dan teknik permesinan peralatan logistik.

Sebelumnya di Terminal Berlian yang dikelola oleh BJTI Port sudah tersedia fasilitas shore connection atau penyediaan listrik untuk sumber tenaga mesin kapal saat sandar. Sehingga lebih hemat karena tidak perlu menggunakan bahan bakar minyak.

Di Terminal Gapura Surya Nusantara telah tersedia Capsule Hotel pertama yang ada di gedung terminal penumpang kapal laut di Indonesia, demi memberikan layanan setara di airport. Pelaku bisnis maritim di Surabaya juga akan menikmati fasilitas menara pusat bisnis pertama di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, dengan dibangunnya Pelindo Place.

Menara setinggi 23 lantai yang dibangun dengan konsep green building dan menelan anggaranhingga Rp 466 miliar. Adanya Pelindo Place yang dikelola oleh Pelindo Properti Indonesia akan membuat komunikasi bisnis antarinstitusi jadi lebih efisien dan lebih hidup (lively).[rea/ted]

Tag : pelindo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi