NGO Tirta Sukses Dampingi Petani Manfaatkan Air Bengawan Solo

Jum'at, 20 Juli 2018 21:04:55
Reporter : Tulus Adarrma
NGO Tirta Sukses Dampingi Petani Manfaatkan Air Bengawan Solo
Foto ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pemanfaatan Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro salah satunya digunakan untuk akses irigasi pertanian. Akses irigasi yang mudah sehingga bisa menambah jumlah produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pengelolaan irigaasi ini juga membutuhkan keahlian khusus agar bisa maksimal. Salah satu NGO Tertiary Irrigation Technical Assistance (Tirta) di Bojonegoro melakukan pendampingan kepada sejumlah pengelola irigasi dan petani di seputaran Sungai Bengawan Solo. Salah satunya di Desa Besah, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro.

Tim Leader Tirta di Bojonegoro, Ahmad Nasir mengatakan, salah satu faktor penting dalam pertanian diantara adalah saluran irigasi yang memadai. Pengelolaan sumber daya air dan irigasi yang memadai, kata dia, bisa meningkatkan tiga kali lipat hasil panen petani jika dibanding dengan mengandalkan sistem pengairan tadah hujan.

"Irigasi memiliki dampak yang signifikan ke pendapatan petani," ujarnya dalam kegiatan Media Field Visit - Jawa Timur di Bojonegoro, Kamis - Jumat (19-20/7/2018).

Salah satu pengembangan irigasi yang menggunakan potensi Sungai Bengawan Solo yakni berada di Desa Besah, Kecamatan Kasiman. Sistem irigasi yang bisa menyuplai seluas 350 hektare lahan pertanian itu mampu meningkatkan hasil panen petani menjadi tiga kali musim panen. 

"Sebelumnya selalu gagal untuk mendapat irigasi, sehingga memanfaatkan air hujan. Sehingga dalam setahun hanya bisa panen satu kali," jelas salah satu petani yang memanfaatkan irigasi, Jamal.

Jamal memiliki lahan pertanian yang sebelumnya juga menggunakan sistem tadah hujan. Setelah adanya irigasi dari Tirta kemudian dia bergabung. Dari yang sebelumnya ia hanya bisa panen 11 kwintal gabah selama satu tahun, saat ini dia bisa panen selama tiga kai dalam satu tahun. Jumlahnya pun meningkat menjadi 17 kwintal sekali panen.

Tirta dalam pengembangan sistem irigasi ini bekerjasama dengan Pemerintah Australia, unsur pemerintah dan swasta. Di Desa Besar, Tirta bekerja sama dengan Cv Multi Mesindo Jaya retailer pompa lokal yang berada di Surabaya. Serta UD Anugrah Irrigation sebagai pelaku bisnis irigasi di Bojonegoro. [lus/but]

Tag : pertanian

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi