Petani Pamekasan Mulai Tertarik Tanam Jagung Pioneer

Kamis, 19 Juli 2018 18:27:18
Reporter : Samsul Arifin
Petani Pamekasan Mulai Tertarik Tanam Jagung Pioneer

Pamekasan (beritajatim.com) - Sejumlah petani di Pamekasan mulai tertarik dan menyukai tanaman jagung pioneer yang dinilai jauh lebih praktis dibandingkan jenis tanaman jagung lokal, termasuk juga dari aspek pembiayaan.

Salah satunya diungkapkan petani asal Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Abdurrahman yang menilai tanaman jagung pioneer jauh lebih hemat dibandingkan tanaman jagung lokal. "Awalnya kami mengira tanaman ini langka, sebab tidak seperti biasanya kami menanam jagung seperti ini," kata Abdurrahman, Kamis (19/7/2018).

"Selama ini biasanya kami sebelum menanam harus mengolah tanah (pertanian) terlebih dahulu sebelum menabur bibit, apalagi saat awal mula ditanam kondisi tanah juga kering. Tapi tiap hari semakin tumbuh hingga hasilnya cukup memuaskan," ungkapnya.

Jenis jagung yang ditanamnya saat ini juga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan jenis lainnya. "Biasanya menanam jagung harus mengolah tanah sebelum menabur bibit, namun jaguung ini justru tidak perlu repot mengolah tanah, cukup dengan memoles dan melubangi tanah sebagai tempat benih jagung," imbuhnya.

Tidak hanya itu, ia juga menjekaskan bahwa merawat tanaman jagung yang ditanamnya saat ini juga lebih mudah. Termasuk juga tahan sekalipun berada di lahan kering. "Biasanya kalau tanaman jagung lokal itu butuh pasokan air yang banyak, tapi ini justru sebaliknya," jelasnya, senang.

"Hemat kami yang perlu disampaikan bahwa tanaman jenis ini bisa lebih hema, baik tenaga ataupun biaya. Bahkan saat ini banyak petani lain yang juga tertarik untuk menenam jagung pioneer, khususnya yang tergabung dalam kelompok tani," pungkasnya.

Kondisi tersebut tidak lepas dari peran aktif Promoting Rural Income Through Support for Markets In Agriculture (Prisma), salah satu sektor jalinan kerjasama antara pemerintah Australia dan Indonesia, yakni, Australia-Indonesia Partnership for Rules Economic Development (AIP-Rural).

Dimana Prisma juga memiliki tujuan membantu memacu nilai rantai dengan mengurangi hambatan dan rintangan terhadap produktivitas kinerja dan akses pasar petani, dan dipromosikan dan digekarkkan melalui Du Pont yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur.

Selain Prisma, AIP-Rural juga memayungi tiga sektor berbeda. Masing masing Safira (Strengthening Agricultural Finance in Rural Areas), Tirta (Tertiary Irrigation Technical Assistance) hingga Arisa (Appliet Research and Innovation Systems in Agriculture). [pin/kun]

Tag : petani jagung

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi