Sukses Kembangkan Tanaman Kakao, Pria Ini Bikin Pabrik Cokelat Mandiri

Selasa, 10 Juli 2018 07:47:52
Reporter : Misti P.
Sukses Kembangkan Tanaman Kakao, Pria Ini Bikin Pabrik Cokelat Mandiri

Mojokerto (beritajatim.com) - Sukses kembangkan tanaman kakao di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto, pria ini beralih usaha ke pengelolahan tanam kakao. Meski mesin di pabrik miliknya hanya berkapasitas 2 kwintal, Mulyono (52) berhasil membuat pabrik coklat mandiri.

Berada di satu komplek dengan Wisata Desa BMJ Mojopahit di Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto membuat pabrik pengolahan coklat dapat dinikmati para pengunjung. Sementara coklat hasil olahannya berasal dari para petani di Mojokerto dan Jombang.

"Ini termasuk hasil produk akhir dari galeri coklat. Ini proses terakhirnya program tanam, perawatan dan produksi. Ide awal agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Program 6 tahun menggerakan warga untuk tanam kakao sekaligus sebagai penghijauan khususnya di Mojokerto," ungkapnya, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya, tananam tebu dan tembakau di wilayah Mojokerto sudah terdegradasi karena itulah pihaknya menyerukan gerakan tanam kakao. Sejak 2012, kini ia memiliki kelompok tani Mulyojati embrio kakao 20 poktan dan punya anggota sebanyak 1.337 petani kakao mulai kecil sampai hektaran.

"Lahannya ada 450 hektar. Kita berusaha mendirikan pabrik coklat untuk mendukung program pemerintah hulu hilir dari Dinas Perkebunan. Perhari memproduksi 2 kwintal, kalau setiap bulannya menghasil 34 ton kakao. Dulu kita ekspor sampai ke Swiss melalui Surabaya tapi setelah ada pabrik, tidak lagi," katanya.

Menurutnya, kakao yang ia kembangkan merupakan kualitas unggulan terbaik. Pengolahan cokelat di pabrik mandirinya dengan menggunakan kakao yang sudah difermentasi sebelumnya. Yakni pasca dipanen, tanaman kakao yang sudah dipisah didiamkan selama dua hari untuk menghasilkan kakao fermentasi.

"Justru hal ini menjadi semangat petani karena harga produk kakao fermentasi lebih mahal dibandingkan produk kakao asalan. Karena kakao fermentasi ini menjadi salah satu produk andalan di Jawa Timur. Produk kakao fermentasi dari diolah menjadi coklat kwalitas terbaik bermerek coklat Mojopahit," ujarnya.

Nama Coklat Mojopahit, lanjut Mulyono, karena pabrik pengolahan ada di bumi Majapahit. Sementara seluruh pekerjanya pun adalah warga lokal yang tentunya berdampak bisa meningkatkan perekonian hingga ke desa-desa. Keunggulan dari Coklat Mojopahit, menurutnya adalah asli dengan mutu kwalitas terbaik.

"Produk coklat Mojopahit ini bahkan ada yang menyebut sama seperti coklat dari Belgia. Kalau hasil olahan, ada yang serbuk dan coklat siap makan untuk oleh-oleh. Kami tidak menerapkan harga dari luar negeri tapi menyesuaikan harga di dalam negeri," tuturnya.

Dengan didukung 30 karyawan dari putra daerah, Mulyono berharap bisa membawa dampak dari adanya pabrik atau pengolahan coklat di Mojokerto. Ini juga diharapkan menjadi kabari baik untuk para petani kakao lokal maupun di Jawa Timur khususnya yang mengolah biji kakao fermentasi maupun kakao asalan.

"Pertama untuk pembelajaran jadi meningkatkan perekonomian rakyat, salah satunya pengembangan dari gerakan wisata dan cinta alam. Petani kakao yang masuk sini, sebanyak 90 persen dari Mojokerto. Sementara 10 persen sisanya dari Jombang," tegasnya. [tin/suf]

Tag : kakao

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi