Menteri Rini: Pabrik Kereta di Banyuwangi Khusus Ekspor

Minggu, 01 Juli 2018 22:55:29
Reporter : Rindi Suwito
Menteri Rini: Pabrik Kereta di Banyuwangi Khusus Ekspor

Banyuwangi (beritajatim.com) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengunjungi lokasi proyek pembangunan workshop/pabrik kereta api milik PT INKA (Persero) di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Pabrik baru di Bumi Blambangan ini, nantinya bakal diproyeksi untuk pesanan produksi luar negeri.

"PT INKA saat ini sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam rangka mendukung program pengembangan industri perkerataapian nasional maupun menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri," kata Rini, Minggu (1/7/2018).

Selain untuk mendukung perkembangan bisnis PT INKA, berdirinya workshop ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perindustrian di Kabupaten Banyuwangi. Terutama perekonomian bagi masyarakat disekitar maupun masyarakat di Kabupaten Banyuwangi pada umumnya.

"Saya bangga PT INKA terus mengembangkan bisnisnya, banyak negara yang membeli kereta api buatan RI. Semoga pembangunan pabrik baru ini berjalan lancar dan bisa selesai sesuai dengan yang ditargetkan. Pembangunan pabrik ini menjadi bukti bahwa industri perkerataapian nasional mampu menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri. Saya akan terus memantau dan memastikan pelaksanaan pembangunan proyek ini,“ ungkapnya.

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun untuk pabrik modern yang akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel. Proses pembangunan tahap 1 direncanakan mulai pada akhir 2018 dan dapat mulai beroperasi pada awal 2020.

"Total investasi dari pembangunan proyek ini tercatat mencapai Rp 1,6 Triliun," katanya.

Kedekatan lokasi workshop dengan pelabuhan barang Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III ini nantinya akan sangat mendukung perusahaan dalam proses pengiriman produk jadi melalui laut. Terutama, untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar pulau Jawa.

"PT INKA mencatat kontribusi penjualan ekspor perseroan meningkat dalam tiga tahun terakhir yang tercermin dalam nilai kontrak penjualan ekspor tercatat sebesar Rp 850 Miliar pada 2015 dan meningkat menjadi Rp 1,33 Triliun di 2017,"

"Sementara negara- negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Bangladesh, Malaysia, Singapura, Australia dan Filipina," terangnya.

Pabrik ini memanfaatkan lahan seluas 84 hektare/Ha juga merupakan sinergi antara PT INKA dengan PTPN XII. Pabrik modern ini diharapkan akan menjadi workshop perakitan sarana kereta api baru kedua setelah workshop yang ada di Madiun. [rin/but]

Tag : kereta api

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi