Pemerintah Diminta Awasi Distributor

Rabu, 13 Juni 2018 14:27:10
Reporter : Hendra Brata
Pemerintah Diminta Awasi Distributor

Jakarta (beritajatim.com)--Pemerintah diminta mengawasi secara ketat jalur distribusi menjelang hari raya Lebaran. Jangan sampai ada lonjakan harga tak kendali yang merugikan konsumen.

Menurut anggota DPD RI Abdul Qadir Amir Hartono, kenaikan harga dan langkanya bahan pokok dari peredaran bisa jadi bukan karena kurangnya stok atau produksi. Namun juga disebabkan adanya permainan distributor memainkan momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri untuk mengeruk keuntungan.

"Kenaikan harga dan hilangnya bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran ini sudah menjadi tradisi di Indonesia. Pemerintah harus melakukan pengawasan. Bulan Ramadan dan Idul Fitri, banyak penyalur-penyalur (distributor) nakal memainkan harga jual di pasaran dengan alasan minimalnya stok barang," ujar Senator asal Provinsi Jawa Timur di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Dia meminta pemerintah melakukan pengawasan lebih efektif, karena masih banyak distributor yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Pemerintah harus mengawasi dan harus ada punishment (hukuman) untuk distributor yang memainkan ketersediaan barang dengan mengeruk untung sebesar-besarnya, memanfaatkan momen hari raya, karena peran distributor memainkan mata rantai,"tegasnya.

Gus Anton menambahkan, saat Lebaran, masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan unik yang tidak ditemui di negara lain. Mudik atau pulang kampung adalah tradisi tahunan masyarakat Indonesia menjelang Lebaran.

Saat Idul Fitri biasanya lebih meriah dibanding Idul Adha. Permintaan sembako di Indonesia meningkat drastis menjelang Idul Fitri. Barang-barang kebutuhan baik makanan maupun minuman sangat dibutuhkan.

"Jika sembako tidak ada, distribusinya terganggu atau bahkan stok menipis, tentu akan berakibat kacaunya kebutuhan pangan penduduk Indonesia,'' katanya. [hen/air]

Tag : sembako

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi