Jelang Lebaran, Permintaan Krecek Rambak Meningkat

Sabtu, 09 Juni 2018 18:39:11
Reporter : Misti P.
Jelang Lebaran, Permintaan Krecek Rambak Meningkat

Mojokerto (beritajatim.com) - Pengrajin krecek rambak sapi di Dusun Pudak Sari, Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto kebanjiran order jelang lebaran. Jika di bulan-bulan biasa hanya 5 kwintal, namun jelang lebaran bisa sampai 3 ton atau omzet mencapai Rp250 juta.

Salah satu pengrajin krecek rambak, Edi Cahyono (47) mengatakan, dua bulan sebelum puasa, permintaan krecek rambak mulai meningkat. "Biasa 5 kwintal, puasa seperti saat ini menjadi 3 ton. Permintaan banyak di krecek daripada sudah jadi krupuk," ungkapnya, Sabtu (9/6/2018).

Masih kata suami dari Sukarsih (38), permintaan krecek rambak tersebut untuk memenuhi kebutuhan di seluruh jawa dan luar jawa. Sementara untuk krupuk rambak, lanjut Edi, hanya permintaan sekitar Mojokerto. Karena jika krupuk rambak yang dikirim maka akan cepat rusak.

"Jadi krupuk hanya untuk Mojokerto dan sekitarnya, kalau dikirim jauh kreceknya. Tidak resiko rusak dan volume pembatasan paket kiriman. Krecek rambak, itu produksi 65 sampai 75 persen siap goreng. Saya jual di toko dan dipasarkan lewat online, jadi banyak juga permintaan dari luar," katanya.

Seperti Kalimantan, Sumatra, Bali dan sulawesi. Banyaknya permintaan krecek maupun krupuk rambak tersebut, tegas bapak tiga anak ini, untuk dibuat oleh-oleh saat lebaran, hidangan lebaran dan pakai sayur. Untuk bahan sendiri, ia peroleh dari pengepul di sekitar Bangsal.

"Ada yang lokal dan luar negeri. Harganya akan naik jika seperti saat ini karena banyak permintaan dan penggolah banyak. Saya punya 15 karyawan, kalau permintaan naik bisa nambah empat karyawan. Kalau biasanya, karyawan potong ada tujuh, goreng dua, jemur empat dan masak dua orang," jelasnya.

Edi menjelaskan, pembuatan krecek sampai menjadi krupuk rambak yakni mulai dari kulit sapi mentah direndam air kapur selama dua hari dua malam. Tujuannya agar hilang bahan kimia dan melenturkan kulit sapi sehingga dihilangkan dengan air kapur, kemudian icuci bersih.

"Setelah dicuci bersih, direbus sampai matang atau rata-rata 10 sampai 15 menit. Kemudian dicuci bersih dan ditiriskan dan digunting. Ada dua pemotongan, panjang dan kotak, jika bahannya tipis maka dipotong memanjang dan jika tebal maka dipotong kotak. Lantas dijemur dibawa terik matahari," tuturnya.

Jika panasnya cukup maka penjemuran dilakukan selama dua minggu, namun jika tidak ada panas maka bisa sampai sebulan. Setelah itu proses alup-alup yakni dogoreng sampai dua kali atau sampau siap krecek siap goreng. Jika ingin menjadi krupuk maka digoreng lagi.

"Untuk harganya, krecek super seberat 1/5 kg saya jual Rp45 ribu, kalau krupuk kemasan 1 kg Rp120 ribu, 1/5 kg Rp60 ribu dan 1/4 kg Rp30 ribu. Saya jual hanya kemasan super atau kulit sapi bagus, cirinya kalau digoreng langsung mekar. Omzet jelang lebaran bisa sampai Rp250 juta," pungkasnya.[tin/kun]

Tag : krecek rambak

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi