Manfaatkan Momen Jelang Lebaran dengan Berkarya

Selasa, 15 Mei 2018 18:10:05
Reporter : Tulus Adarrma
Manfaatkan Momen Jelang Lebaran dengan Berkarya

Bojonegoro (beritajatim.com) - Diera digitalisasi saat ini sangat memudahkan bagi para pelaku industri kreatif untuk memasarkan hasil olahan tangannya. Seperti yang dilakukan Ahmad Soleh. Berawal dari iseng, menghias toples menjadi lebih menarik, kemudian mendapat omzet jutaan rupiah.

Pria asal Gang Sukaryo, Dusun Kedungkeris, Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro itu mampu mengubah bentuk toples sederhana menjadi karya bernilai jual tinggi. Kerjajinannya tersebut diberi nama 'Asna Aksesoris' bentuknya pun menarik, dan terlihat lebih cantik.

Ahmad menambah sejumlah aksesoris di lapisan luar toples, dengan cara melapisi kain berwarna-warni disertai boneka kecil. Toples sendiri biasa digunakan masyarakat sebagai tempat menyimpan cemilan atau jajanan ringan, khusunya pada perayaan hari lebaran.

Terbukti, hampir setiap hari masyarakat sekitar, tetangga desa, kecamatan, hingga wilayah kabupaten banyak yang datang kerumahnya untuk membeli atau pun memesan kerajinan tangan tersebut. Dia memulai usahanya sekitar tiga tahun lalu.

"Modal awalnya hanya Rp 100 ribu. Saya tidak menyangka, dari iseng coba-coba usaha ini masih berlangsung hingga sekarang," kata Ahmad Sholeh, Selasa (15/5/2018).

Kerajinan yang biasa disebut flanel toples karakter itu, selain diminati masyarakat daerah juga berhasil merambah pasar nasional. Ahmad menuturkan, penjualan karya toples hias tahun ini sudah sampai luar Pulau Jawa. Di antaranya Pulau Sumatra,  Kalimantan, Lampung, Aceh dan Sulawesi.

Ahmad mematok harga kerajinannya mulai Rp 40 ribu, Rp 70 ribu, Rp 90 ribu bahkan sampai ada harga Rp 250 ribu per buah. Selain toples, kata dia, dirinya juga membuat kerajinan tangan lainnya. Antara lain, tempat minuman, jam hias, pensil hian. Berkat jerih payanya, kini dirinya bisa mengembangkan usahanya dengan merekrut sejumlah karyawan. "Alhamdulillah, sekarang bisa membiayai tiga karyawan. Ketiganya, semua tetangga," tuturnya.

Selama ini, dirinya mempromosikan hasil karyanya itu dengan media sosial (medsos) seperti facebook, instagram, whatshapp. Dari situlah, banyak konsumen yang menyukai dan memesan hasil olah tangannya tersebut. "Jelang hari raya seperti saat ini, pesanan mulai meningkat," tutupnya.

Sementara, Kepala Bidang Kimia Logam Aneka Industri dan Industri Hasil Kerajinan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Siti Mutmainah mengatakan, diera digitalisasi seperti saat ini merupakan peluang bagi para pemilik usaha industri kreatif untuk memanfaatkan kemudahan teknologi informasi sebagai kegiatan promosi.

"Tantangannya pesaingnya akan lebih banyak, sehingga harus mempunyai ciri khas sendiri untuk menarik pembeli," ungkapnya dalam acara Gathering UMKM, Bazar dan Seminar Kewirausahaan dengan tema Tantangan dan Peluang UMKM di Era Digital yang bertempat di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Jalan Veteran, Bojonegoro. [lus/kun]

Tag : umkm bojonegoro

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi