Permintaan Tinggi, Harga Telur Ayam Ras Meroket

Senin, 16 April 2018 14:56:03
Reporter : Temmy P.
Permintaan Tinggi, Harga Telur Ayam Ras Meroket

Sumenep (beritajatim.com) - Harga telur ayam ras di pasar tradisional Sumenep terus meroket. Setelah pekan lalu mengalami kenaikan harga Rp 1.000 per kg, awal pekan ini harganya kembali naik.

"Kenaikan harga telur ayam ras awal pekan ini juga Rp 1.000 per kg. Jadi sekarang ini harga telur ayam ras Rp 22 ribu per kg," kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Sukaris, Senin (16/04/2018).

Ia menduga, kenaikan harga telur ayam ras itu karena melonjaknya permintaan konsumen. Sementara stok di pasaran tetap. Akibatnya, harga mengalami kenaikan.

"Sekarang ini banyak kaum muslim yang memperingati Isra' Mi'raj. Biasanya salah satu menu suguhannya adalah telur. Karena itu, permintaan konsumen akan telur meningkat. Dampaknya, harga di pasaran ikut naik," ujarnya.

Selain telur, komoditas yang mengalami kenaikan harga pekan ini adalah gula pasir lokal. Kenaikannya Rp 500 per kg, sehingga harganya menjadi Rp 11.500.

"Kalau kenaikan harga gula pasir ini memang dari distributornya. Menurut para pedagang, harga kulak mereka naik, sehingga mau tidak mau ya mereka menaikkan harga ke konsumen," terang Sukaris.

Sementara yang justru mengalami penurunan harga adalah cabai dan bawang merah. Harga cabai merah besar turun Rp 2.000 menjadi Rp 42.000 per kg. Sedangkan harga cabai kecil turun Rp 5.000 menjadi Rp 30.000 per kg.

"Harga bawang merah awal pekan ini juga turun menjadi Rp 30.000 per kg. Penurunan harganya Rp 3.000 per kg. Namun untuk bawang putih harganya stabil, Rp 27.000 per kg," paparnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di dua pasar, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/kun)

Tag : telur, sembako, sumenep

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi