Produksi Tambang Emas Tujuh Bukit Tidak Hasilkan Tailing

Minggu, 15 April 2018 08:13:22
Reporter : Teddy Ardianto Hendrawan
Produksi Tambang Emas Tujuh Bukit Tidak Hasilkan Tailing
Mobil Dump Truk hilir mudik di tambang emas tujuh bukit Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Proses produksi tambang PT Bumi Suksesindo (PT BSI) berhasil mengelola tambang dan memproduksi emas di Tambang Tujuh Bukit secara efisien melalui penggunaan teknologi heap leach (pelindihan) yang sangat memperhatikan aspek lingkungan. 

"Dengan sistem heap leach, PT BSI tidak menghasilkan tailings sebagaimana yang  dilakukan di beberapa tambang emas lain di Indonesia," kata Corporate Communications Manager PT Bumi Suksesindo (BSI), Teuku Mufizar Mahmud, Minggu (15/4/2018).

Perlu dipahami bahwa Tailings dihasilkan oleh pengolahan yang menggunakan sistim SAG (Semi Autogenous Grinding) Mill.

Menurut Mufizar dalam sistem heap leach batuan yang mengandung mineral ditumpuk di suatu tempat  khusus. Disebut khusus karena tempat ini dibangun dengan alas plastik HDPE menyerupai sebuah wadah (containment). 

Tempat ini dibangun dengan lapisan clay dan  HDPE Liner serta dipasang alat monitor untuk menjaga dan memastikan agar cairan  tersebut tidak mencemari lingkungan.

Sistem penambangan dengan teknologi heap leach menggunakan sianida untuk  melarutkan mineral tambang. 

Setelah dicampur dengan air, sianida ini ditempatkan di  areal khusus dan akan digunakan secara terus menerus dengan sistem pengawasan secara ketat.

Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat dan kontrol kinerja yang baik, produksi emas di Tambang Tumpang Pitu sangat efisien. 

Selama 2017 biaya produksi sebesar US$  425/oz, PT BSI juga mampu melakukan efisiensi produksi berkat jarak pengangkutan bahan baku emas yang lebih dekat, serta konsumsi sianida dan konsumsi listrik yang lebih rendah dari perkiraan.

Seperti diketahui produksi tambang Tujuh Bukit dimulai ada Desember 2016 setelah pekerjaan prapenambangan  diselesaikan, termasuk pembangunan akses jalan kemulut tambang.

Bijih ore akan ditambang dari lima mulut tambang semala masa usia tambang 9 tahun  pertama dengan perkiraan menghasilkan 100.000 oz emas dan 300.000 oz perak per tahun.

BSI melakukan produksi emas pertama pada Maret 2017 dan berhasil mencapai  kapasitas produksi penuh pada Kuartal III 2017. Selama tahun 2017, BSI berhasil  memproduksi emas sebanyak 142.468 oz.

Pada tahun 2018 produksi emas Tambang Tumpang Pitu diperkirakan sebesar 155.000 -170.000 oz emas dengan biaya operasional berkisar US$ 550- US$ 650/oz. 

Tambang BSI memiliki rencana usia tambang (life of mine/ LOM) selama 9 tahun dengan  total produksi 1,0 juta oz emas dan 2,8 juta oz perak, termasuk logam yang dihasilkan  selama 2017.

Cadangan Mineral Tujuh Bukit Porfiri diestimasikan diperkirakan sebesar 1,9 milliar ton  pada 0,45% tembaga dan 0,45g/t emas mengandung kira-kira 8,7 juta ton logam  tembaga dan 28 juta oz emas.[ted]

 

 

Tag : tambang emas

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi