Produksi Emas Tambang Tumpang Pitu Banyuwangi Meningkat

Sabtu, 14 April 2018 18:18:26
Reporter : Teddy Ardianto Hendrawan
Produksi Emas Tambang Tumpang Pitu Banyuwangi Meningkat

Banyuwangi (beritajatim.com) - Produksi emas Tambang Tumpang Pitu pada 2018 ini diperkirakan sebesar 155.000 - 170.000 oz emas.

"Baya operasional berkisar US$ 550- US$ 650/oz.," kata Corporate Communications Manager PT Bumi Suksesindo (BSI) Teuku Mufizar Mahmud kepada wartawan, Sabtu (14/4/2018).

Dijelaskan, kegiatan penambangan dimulai pada Desember 2016 setelah pekerjaan prapenambangan
diselesaikan, termasuk pembangunan akses jalan ke mulut tambang.

BSI melakukan produksi emas pertama pada Maret 2017 dan berhasil mencapai kapasitas produksi penuh pada Kuartal III 2017. Selama 2017, BSI berhasil memproduksi emas sebanyak 142.468 oz. "Ada kenaikan produksi tahun ini (2018)," tambah Mufi.

Tambang BSI memiliki rencana usia tambang (life of mine/ LOM) selama sembilan tahun dengan
total produksi 1,0 juta oz emas dan 2,8 juta oz perak, termasuk logam yang dihasilkan selama 2017.

Bijih ore akan ditambang dari lima mulut tambang semala masa usia tambang 9 tahun pertama dengan perkiraan menghasilkan 100.000 oz emas dan 300.000 oz perak per tahun.

Tambang Tujuh Bukit milik PT Bumi Suksesindo (BSI) di Banyuwangi, Jawa Timur adalah tambang dengan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN), dengan cadangan emas dan tembaga berkelas dunia.

PT BSI adalah perusahaan nasional yang berada di bawah grup PT Merdeka Coppers Gold Tbk (kode saham; MDKA) yang sudah go publik di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebagai perusahaan tambang mineral Indonesia berkelas dunia, Merdeka Copper Gold dimiliki oleh pemegang saham besar yang bereputasi baik (prominent shareholders), yaitu PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, PT Provident Capital Indonesia dan Garibaldi Thohir.

Tiga pemegang saham utama Merdeka memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam berhasil mengidentifikasi, membangun dan mengoperasikan beberapa perusahaan  publik di Indonesia. [ted/suf]

Tag : tambang emas

Berita Terkait

Komentar

Kanal Ekonomi