Kuatir Pupuk Bersubsidi Diselewengkan, PG Tingkatkan Koordinasi

Rabu, 28 Maret 2018 17:18:06
Reporter : Deni Ali Setiono
Kuatir Pupuk Bersubsidi Diselewengkan, PG Tingkatkan Koordinasi

Gresik (beritajatim.com) - Masih maraknya pupuk bersubsidi yang diselewengkan bukan pada peruntukkannya, membuat PT Petrokimia Gresik (PG) terus meningkatkan kordinasi baik dengan dinas pertanian setempat, distributor, kios resmi, hingga kelompok tani. 

"Koordinasi adalah hal yang sangat krusial saat ini, mengingat sebagian petani sudah mulai menanam kembali dan membutuhkan pupuk bersubsidi," ujar Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono, Rabu (28/03/2018).

Terkait dengan distributor dan kios resmi lanjut Yusuf, perusahaannya telah memberikan sosialisasi terhadap hal-hal apa saja yang harus menjadi perhatian utama. Selain wajib tertib administrasi, perusahaan juga meminta distributor dan kios agar dapat memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

"Untuk mengawasi dan memperlancar koordinasi, kami memiliki Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) sebanyak 77 personil dan dibantu dengan 323 orang asisten yang tersebar di seluruh nusantara. Mereka adalah perwakilan perusahaan yang berwenang untuk berkoordinasi dengan pihak terkait serta mengawasi distributor dan kios resmi," ujarnya.

Ia menambahkan, masih terkait dengan pengawasan itu. PG telah meminta petugas SPDP agar menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan sejumlah pihak, terutama dinas pertanian dan distributor, terkait jadwal tanam komoditas utama di daerah-daerah, sehingga bisa diketahui kebutuhan riil pupuk bersubsidi di suatu daerah," tambahnya. 

Selain koordinasi dengan dinas pertanian, distributor, kios resmi, dan kelompok tani, perusahaan juga akan menjalin koordinasi yang baik dengan instansi terkait lainnya, seperti Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) hingga TNI.

"Kami menegaskan agar distributor dan kios resmi senantiasa mematuhi seluruh perangkat peraturan yang berlaku dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Jangan sampai terlibat dalam kesalahan seperti penyelewengan, penimbunan, menjual pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan sebagainya," pungkasnya. [dny/ted]

Tag : petrokimia

Berita Terkait

Kanal Ekonomi